Notification

×

Iklan

Iklan

Oknum Yayasan Diduga Bermain, Inilah Keluhan Pekerja Soal Rekrutmen di PT Lianhua Cianjur

4/24/2026 | April 24, 2026 WIB Last Updated 2026-04-23T18:55:38Z
PT Lianhua Leather Industry (LLI) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sukamaju, Cianjur, Jawa Barat. ( Tangkapan layar)

SIGNALCIANJUR.COM— Sejumlah calon pekerja dan mantan pekerja mengeluhkan sistem rekrutmen dan skema upah di PT Lianhua Leather Industry (LLI) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Salah satu warga berinisial D (27), warga asli Desa Sukamaju, mengungkapkan bahwa saat ini proses masuk kerja tidak bisa dilakukan secara langsung ke perusahaan. 

Para pelamar diwajibkan melalui pihak yayasan atau perantara.

“Untuk sekarang tidak bisa langsung ke pabrik, harus lewat yayasan.
 Informasinya memang seperti itu, dan untuk umum belum bisa langsung diterima oleh perusahaan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam proposal kerja yang diterima, upah harian tercantum sebesar Rp135.000 per hari. Sementara itu, upah lembur disebutkan sebesar Rp20.000 per jam.

“Kalau lembur 3 jam berarti Rp60.000, jadi totalnya Rp195.000. Tapi itu belum jelas apakah bersih atau masih ada potongan, karena belum ada informasi rinci,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengaku belum mengetahui secara pasti terkait adanya potongan upah. Namun, terdapat dugaan bahwa nominal yang diterima pekerja tidak sepenuhnya sesuai dengan yang tercantum.

“Dugaan potongan itu ada, tapi kami tidak punya informasi pasti. Karena semuanya melalui yayasan, kami juga tidak bisa membantah,” katanya.

Selain itu, para pekerja juga mengeluhkan sistem kontrak kerja yang dinilai terlalu singkat. 

Disebutkan bahwa masa kontrak hanya berlangsung selama dua bulan, berbeda dengan praktik umum yang biasanya menerapkan masa percobaan atau pelatihan selama tiga bulan.

“Biasanya tiga bulan masa training, ini hanya dua bulan kontrak, jadi terasa terlalu cepat,” ungkapnya.

Seorang pekerja D mengeluhkan lain juga muncul terkait tenaga kerja yang direkrut. 

Bahkan, ia juga menyampaikan warga setempat menilai bahwa kesempatan kerja seharusnya lebih diprioritaskan bagi putra daerah.

"Tapi pada kenyataannya banyak pekerja berasal dari luar wilayah," akunya kepada awak media, saat dikonfirmasi langsung, Jumat (24/4/2026)

“Yang kerja dari warga sini hanya sedikit, kebanyakan dari luar daerah, bahkan ada dari Karangtengah, dan luar daerah lainnya warga," keluhnya.

Sebagai informasi, PT Lianhua Leather Industry (LLI) Cianjur merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang penyamakan dan pewarnaan kulit, serta merupakan bagian dari Xingye Group. 

Perusahaan tersebut diketahui memiliki luas area pabrik sekitar 7 hingga 10 hektare dan mempekerjakan puluhan hingga ratusan karyawan.

Namun, sayangnya saat dikonfirmasi langsung melalui via WhatsApp (WA) baik chat (SMS) maupun telepon belum pernah diangkat atau menjawab.

Bahkan, hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan maupun yayasan soal keluhan para pekerja yang keluar masuk masih belum memberikan keterangan resmi mengenai sistem rekrutmen, skema pengupahan, maupun dugaan potongan yang dikeluhkan para pekerja. (Red/*)
×
Berita Terbaru Update