![]() |
| Jajaran pentolan Boboko Distrik Cianjur. (Foto: Istimewa) |
SIGNALCIANJUR.COM— Komunitas Bobotoh yang tergabung dalam BOBOKO Distrik Cianjur secara resmi memperkenalkan filosofi dan identitas visual terbarunya yang sarat makna budaya, loyalitas, serta semangat persatuan.
Identitas ini mengusung karakter utama “Bobotoh Kolot”, sosok kakek yang melambangkan kesetiaan tanpa batas terhadap Persib Bandung.
Ketua Boboko Distrik Cianjur, Babah Gery mengatakan figur ini mencerminkan bahwa kecintaan terhadap tim bukan sekadar tren, melainkan warisan turun-temurun yang hidup dari generasi ke generasi.
"Artinya kacamata hitam dan ekspresi tegas, karakter ini merepresentasikan kewibawaan serta mentalitas kuat para pendukung setia," terang dia.
Masih ujarnya, Elemen budaya Sunda turut diperkuat melalui penggunaan ikat kepala (totopong/udeng), yang menjadi simbol kearifan lokal dan identitas masyarakat yang menjunjung tinggi nilai tradisi.
Selain itu, Ketua Boboko Distrik Cianjur juga menjelaskan terdapat berbagai simbol penting dalam desain, seperti perisai (shield) yang melambangkan perlindungan dan kekompakan komunitas, serta dua bendera biru-kuning sebagai representasi semangat Persib Bandung yang terus berkibar.
"Aksen bola di sisi desain menegaskan akar komunitas ini dalam kecintaan terhadap sepak bola," katanya.
Diketahui, dari sisi tipografi, penggunaan font tebal dengan efek emas pada tulisan “BOBOKO” dan “DISTRIK CIANJUR” mencerminkan kemewahan, kebanggaan, serta harapan akan kejayaan.
Hal sama dipaparkan dia, nilai-nilai luhur Sunda juga tertanam dalam slogan Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Silih Wawangi, Silih Duduluran.
Slogan tersebut Babah Gery menegaskan pentingnya saling mendukung, menjaga, serta mempererat persaudaraan antar anggota.
"Makna warna juga menjadi bagian penting dari identitas ini," ucapnya.
Sementara itu, biru melambangkan loyalitas tanpa batas, emas mencerminkan kejayaan dan kualitas, sementara putih menggambarkan ketulusan hati dalam memberikan dukungan.
Selain itu, Ketua komunitas, Babah Gery, menyampaikan bahwa identitas ini bukan sekadar simbol visual, melainkan representasi nilai yang harus dijaga bersama.
“Ini bukan hanya logo, tapi cerminan jati diri kami sebagai Bobotoh. Kami ingin menunjukkan bahwa dukungan kepada Persib dibangun di atas nilai budaya, persaudaraan, dan kebanggaan daerah. Harapannya, Boboko Distrik Cianjur bisa menjadi contoh komunitas yang solid, beretika, dan membanggakan,” terang Babah Gery.
Hadirnya identitas ini, Boboko Distrik Cianjur berkomitmen untuk terus memperkuat solidaritas, menjaga nama baik komunitas.
"Artinya menjadi bagian positif dalam ekosistem suporter sepak bola Indonesia," tutup Ketua Boboko Distrik Cianjur. (Red/*)






