Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Hobi, Politisi dari PKB Cianjur 'Dede Badri' Bangun SSB Baladeba

9/16/2026 | September 16, 2026 WIB Last Updated 2026-09-16T16:36:24Z
Anggota DPRD Cianjur Dede Badri bersama peserta didik. (Foto: Mamat Mulyadi Metropolitan)

SIGNALCIANJUR.COM- Berawal dari kecintaan terhadap sepak bola sejak kecil, H. Dede Badri kini turut berperan dalam pembinaan sepak bola usia dini melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) Balaseba Kabupaten Cianjur, di Kampung Sindangwangi, Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Anggota DPRD Cianjur, juga sekaligus pendiri SSB Baladeba, H. Dede Badri, mengungkapkan pembinaan tersebut bermula dari pengalaman pribadi Dede Badri yang sejak kecil memiliki hobi bermain sepak bola. 

"Nah! Namun, kecintaannya terhadap olahraga tersebut sempat tidak tersalurkan secara maksimal karena tuntutan orang tua yang mengutamakan pendidikan, termasuk keinginan agar dirinya menempuh pendidikan pesantren," katanya, saat dikonfirmasi langsung di lokasi, Rabu (16/9/2026).

Meski demikian, masih disampaikan dia, kecintaan terhadap sepak bola tetap dijalani. Bahkan, saat kuliah di Bandung, bakat tersebut mulai tersalurkan hingga Dede Badri aktif sebagai pemain sepak bola dan berhasil meraih sejumlah prestasi.

"Ya! Termasuk menjadi top skor Liga Mahasiswa Jawa Barat," ujar politisi dari PKB Cianjur ini.

Ia bercerita, pengalaman itulah yang kemudian mendorongnya untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak di lingkungan sekitar agar dapat mengembangkan bakat sepak bola secara lebih terarah.

“Sejak kecil saya memang hobi sepak bola," akunya.

Mauah dikatakan Dede Badri, tapi dulu tidak bisa tersalurkan secara maksimal karena orang tua lebih mengutamakan sekolah dan pesantren. Saat kuliah di Bandung, baru hobi itu bisa tersalurkan.

"Saya bermain sepak bola sampai mendapatkan prestasi sebagai top skor Liga Mahasiswa Jawa Barat,” ujar Dede Badri.

Menurutnya, gagasan mendirikan SSB Balaseba muncul sekitar 2014. Saat itu, ia melihat banyak anak di lingkungan perkampungan yang memiliki kemampuan dan potensi bermain sepak bola, tetapi belum mendapatkan pembinaan yang memadai.

“Saya melihat banyak anak kampung yang sebenarnya punya potensi. Skill dan kemampuan mereka terlihat, sehingga saya berpikir bagaimana potensi itu bisa dikembangkan. Dari situlah kemudian dibangun SSB Balaseba,” katanya.

Dalam prosesnya, pembinaan tidak hanya melibatkan anak-anak, tetapi juga orang tua. Silaturahmi dan komunikasi dengan para orang tua dilakukan untuk membangun dukungan bersama terhadap kegiatan pembinaan sepak bola.

Seiring waktu, SSB Balaseba terus berkembang dan tidak hanya diikuti anak-anak dari lingkungan sekitar. Pesertanya datang dari sejumlah wilayah, termasuk Ciranjang, bahkan terdapat santri dari luar daerah yang mengikuti latihan setelah mendapatkan izin dari pihak pesantren.

“Kalau ada anak dari luar daerah atau yang sedang mondok dan ingin ikut latihan, tentu kita persilakan dengan tetap meminta izin terlebih dahulu. Prinsipnya, kita ingin memberikan ruang bagi anak-anak yang memiliki minat dan potensi,” jelas Dede.

Pembinaan SSB Balaseba kini mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari sekitar usia 9 tahun, 10, 11, 12, 13 hingga 15 dan 16 tahun, termasuk kelompok remaja dan dewasa.

Berbagai piala dan penghargaan yang tersimpan di sekretariat SSB Balaseba menjadi bagian dari perjalanan pembinaan dan keikutsertaan para pemain dalam berbagai kompetisi di sejumlah jenjang usia.

Menariknya, kegiatan sepak bola tersebut juga tidak berhenti pada pembinaan anak-anak. Kelompok dewasa hingga orang tua turut aktif berolahraga dan memberikan dukungan terhadap perkembangan SSB Baladeba.

“Bukan hanya anak-anak. Orang tua juga ikut aktif mendukung. Bahkan ada kelompok yang usianya sudah 40 tahun ke atas yang tetap bermain. Jadi sepak bola ini menjadi bagian dari kegiatan bersama dan sarana silaturahmi,” ungkapnya.

H. Dede Badri berharap keberadaan SSB Balaseba dapat terus menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda Cianjur, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak yang memiliki bakat sepak bola untuk berkembang dan berprestasi.

Menurutnya, pembinaan sepak bola tidak semata-mata mengejar kemenangan dalam pertandingan, tetapi juga membangun kedisiplinan, kebersamaan, sportivitas.

"Nah! Selain itu memberikan ruang positif bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi yang dimiliki," tutup anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi PKB ini. (Red/*)
×
Berita Terbaru Update