![]() |
| Polres Cianjur razia kendaraan bermotor knalpot brong. (Foto: Istimewa) |
SIGNALCIANJUR– Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat kembali menggelar razia kendaraan bermotor pada Sabtu malam (malam Minggu) sebagai bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan.
Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat, khususnya dari gangguan suara bising knalpot tidak standar.
“Pada malam Minggu ke-9 ini, kami berharap jumlah pelanggar menurun. Namun faktanya, sebanyak 150 unit kendaraan masih harus diamankan,” papar Kapolres Cianjur.
Diketahui, penambahan tersebut, total kendaraan yang telah ditindak selama sekitar dua bulan setengah mencapai lebih dari 2.200 unit.
Seluruh kendaraan diamankan di Mapolres Cianjur dan dapat diambil kembali oleh pemiliknya dengan syarat melengkapi standar kendaraan, seperti knalpot standar, spion, serta pelat nomor resmi.
Masih ujarnya, selain pelanggaran lalu lintas, petugas juga menemukan sejumlah pelanggaran lain, seperti pengendara yang membawa minuman keras.
"Nah! Hal ini diduga mengonsumsi narkotika jenis sintetis," tegas AKBP Alexander.
'Kasus tersebut telah ditangani oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Cianjur untuk proses lebih lanjut" jelas dia.
Kapolres Cianjur juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata penindakan hukum, melainkan bentuk kepedulian terhadap kenyamanan dan ketertiban bersama.
Ia menambahkan pihaknya tidak bermaksud mengganggu masyarakat, namun ingin menciptakan Cianjur yang lebih tertib, aman, dan nyaman tanpa gangguan knalpot tidak sesuai spesifikasi.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander juga mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara, untuk mematuhi aturan lalu lintas.
"Artinya untuk menjaga kenyamanan lingkungan demi kebaikan bersama," pungkasnya.
Razia ini difokuskan pada penertiban kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar (knalpot brong), tidak dilengkapi spion, serta tidak memasang pelat nomor.
Kegiatan tersebut di sejumlah titik strategis, di antaranya depan Bale Rancage dan halaman Polsek Cianjur, Jalan Siliwangi, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur.
Sementara itu, operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI (Kodim Cianjur), Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polisi Militer, serta elemen masyarakat. (Red/*)




