Notification

×

Iklan

Iklan

Bulog Cianjur Sebut Stok Beras Aman, Pastikan Pasokan Capai 20 Ribu Ton

3/13/2026 | Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-03-13T00:26:39Z

Kepala Perum Bulog Cianjur, Yanto Nurdianto,  (Foto: , SignalCianjur)

SIGNALCIANJUR— Persediaan beras di Kabupaten Cianjur dipastikan dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri. Hal ini disampaikan oleh Perum Bulog yang memastikan stok beras di wilayah Cianjur dan Sukabumi masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur, Yanto Nurdianto, mengatakan bahwa saat ini stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Cabang Cianjur mencapai sekitar 17.000 ton. Selain itu, terdapat tambahan sekitar 3.000 ton beras yang masih dalam proses pengolahan dari hasil penyerapan gabah petani.

"Total stok yang tersedia saat ini kurang lebih sekitar 20.000 ton. Jumlah ini masih akan terus bertambah karena proses penyerapan gabah dari petani masih berlangsung," ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Menurut Yanto, stok tersebut merupakan persediaan untuk wilayah Cianjur dan Sukabumi. Untuk mendukung penyimpanan, Bulog memiliki dua gudang utama di Cianjur, yaitu gudang Bojong dan Bojongherang, serta sejumlah gudang tambahan lainnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kualitas beras yang dihasilkan pada musim kemarau cenderung lebih baik dibandingkan saat musim hujan. Hal ini disebabkan kadar air pada gabah lebih rendah sehingga menghasilkan rendemen beras yang lebih optimal.

"Kalau dari sisi kualitas justru lebih bagus saat musim kemarau karena kadar airnya lebih rendah dibandingkan musim hujan," jelasnya.

Sementara itu, proses penyerapan gabah dari petani masih terus berjalan dengan rata-rata mencapai sekitar 300 hingga 400 ton per hari. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok beras di gudang Bulog.

Selain menjaga stok, Bulog juga melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga beras menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idulfitri. Salah satunya melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) serta penyaluran beras melalui berbagai outlet Bulog.


Penyaluran tersebut dilakukan melalui sejumlah saluran distribusi seperti toko di pasar, Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, serta kegiatan pasar murah yang bekerja sama dengan dinas terkait. Dalam pelaksanaannya, Bulog juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri.

"Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di masyarakat agar tidak terjadi lonjakan harga menjelang Idulfitri," katanya.

Selain itu, pemerintah juga akan kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Setiap penerima bantuan akan mendapatkan 10 kilogram beras dalam setiap tahap penyaluran. Bantuan tersebut akan diberikan dua kali sehingga totalnya mencapai 20 kilogram beras per penerima.

Program bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama menjelang dan setelah IdulFitri. (Red/*/


×
Berita Terbaru Update