![]() |
| Aktivitas jual beli di kolam ikan Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur. (Foto: SignalCianjur) |
SIGNALCIANJUR - Memasuki hari keempat setelah Lebaran (H+4), harga sejumlah komoditas ikan air tawar di wilayah Cianjur mengalami kenaikan signifikan. Dua jenis ikan yang paling terdampak adalah ikan mas dan ikan nila merah, yang kini dijual dengan harga jauh di atas harga normal.
Seorang pedagang ikan di Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Hendi (25), mengungkapkan bahwa lonjakan harga sudah mulai terasa sejak beberapa hari setelah Hari Raya.
Menurutnya, harga ikan nila merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp35.000 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, harga ikan mas mengalami kenaikan yang lebih tajam. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp33.000 per kilogram, saat ini harganya telah mencapai Rp48.000 per kilogram.
"Kenaikannya cukup terasa, terutama untuk ikan mas. Biasanya pembeli sudah punya patokan harga, tapi sekarang harus menyesuaikan," ujar Hendi, saat dikonfirmasi, Metropolitan.id, Selasa (24/4/2026).
Hendi juga menjelaskan bahwa kenaikan harga ini diduga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat pasca Lebaran, sementara pasokan dari petani ikan belum sepenuhnya stabil.
"Nah! Mungkin kondisi ini menyebabkan harga di tingkat pedagang ikut terdongkrak," menurutnya.
Meski demikian, aktivitas jual beli di tempat kolam ikannya masih tetap berlangsung. Sebagian konsumen memilih untuk mengurangi jumlah pembelian, sementara lainnya tetap membeli karena kebutuhan konsumsi harian.
Pedagang berharap harga ikan dapat segera kembali stabil dalam beberapa waktu ke depan seiring normalnya distribusi dan pasokan dari pembudidaya.
"Ya! Pemerintah daerah diharapkan dapat memantau kondisi ini guna menjaga kestabilan harga serta memastikan ketersediaan stok ikan bagi masyarakat," tutup Hendi. (Red/*)




