![]() |
| Kantor Disdikpora Kabupaten Cianjur. (Foto: SignalCianjur) |
SIGNALCIANJUR- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cianjur mendukung penuh pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang merupakan inisiatif pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Program tersebut, ditujukan untuk membantu anak-anak tidak sekolah, putus sekolah, berprestasi serta warga kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, H. Ruhli, menjelaskan bahwa penyediaan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat menjadi kewenangan sektor terkait, yakni Disperkim dan PUTR, dengan dukungan anggaran dari APBN Tahun 2026 melalui kementerian terkait sebagai pelaksana pembangunan.
"Ketika sarana dan prasarana sudah tersedia, Disdikpora Kabupaten Cianjur siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Ini program pemerintah pusat, tentu harus kita sukseskan bersama," ujar Ruhli, saat dikonfirmasi langsung, Minggu (22/2/2026).
Terkait lokasi, sebelumnya telah disepakati dua titik awal pembangunan di Kecamatan Campaka dan Kecamatan Cibinong.
Namun, beredar informasi adanya pergeseran salah satu lokasi ke wilayah Kecamatan Cilaku. Meski demikian, penetapan final lokasi dan detail teknis program berada di bawah koordinasi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur sebagai leading sector program Sekolah Rakyat.
Menanggapi pertanyaan mengenai besaran anggaran, Ruhli tidak merinci angka bantuan yang dikucurkan.
Ia menegaskan bahwa pendanaan bersumber dari APBN dan pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh kementerian terkait.
"Soal angka anggaran kami tidak bisa menaksir, karena yang lebih mengetahui adalah dinas dan instansi terkait. Kami pada prinsipnya sebagai pelaksana kegiatan belajar mengajar," jelasnya.
Program Sekolah Rakyat sendiri menyasar dua kategori utama, yakni anak tidak sekolah/putus sekolah dari keluarga kurang mampu berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinsos, serta anak berprestasi dari keluarga tidak mampu.
Selain itu, persyaratan juga dilengkapi dengan surat pernyataan dari orang tua masing-masing calon peserta didik.
Ruhli berharap, kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Cianjur dapat menjadi solusi konkret dalam menuntaskan persoalan anak tidak sekolah dan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
"Harapan kami, program ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mampu membuka kesempatan pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak Cianjur," pungkasnya. (Red/*)




