Notification

×

Iklan

Iklan

Duh! Orang Tua Siswa Keluhkan Menu MBG di SPPG Peuteuycondong Cianjur

6/15/2026 | Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T06:17:04Z
SPPG Peuteuycondong, Kabupaten Cianjur. (Foto: Istimewa)

SIGNALCIANJUR.COM– Sejumlah orang tua siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Cibeber menyampaikan keluhan terkait menu yang didistribusikan oleh SPPG Peuteuycondong, pada 11 Juni 2026.

Keluhan tersebut muncul setelah beredarnya video di media sosial yang menyoroti aroma makanan yang dianggap amis serta penggunaan saus kemasan sachet dalam paket makanan.

Diketahui, menu yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi, ayam balut nori, sayuran, buah anggur, dan saus kemasan. 

"Nah! Beberapa orang tua siswa menyatakan kekhawatiran terhadap kualitas dan cita rasa makanan yang diterima anak-anak mereka," keluhnya kepada awak media, Senin (15/6/2026) pagi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Peuteuycondong 1, Yoga, menjelaskan bahwa aroma yang dikeluhkan bukan berasal dari daging ayam yang rusak, melainkan dari nori atau rumput laut yang digunakan sebagai pelengkap menu. 

Menurutnya, nori memiliki aroma khas yang mungkin belum familiar bagi sebagian penerima manfaat.

Masih ujarnya, bahkan pihak pengelola juga menegaskan bahwa seluruh bahan pangan digunakan telah melalui proses pemeriksaan sebelum diolah dan didistribusikan. 

Pada hari yang sama, sebanyak 2.266 paket makanan disalurkan kepada siswa di sembilan sekolah serta penerima manfaat di enam posyandu di Kecamatan Cibeber.

"Selain persoalan aroma makanan, penggunaan saus kemasan juga menjadi perhatian masyarakat," keluh orang tua murid.

Diketahui, sejalan dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola program didorong untuk mengutamakan penggunaan bahan segar dan membatasi penggunaan produk kemasan yang mengandung gula, garam, maupun bahan tambahan pangan tertentu.

Sebagai tindak lanjut, masih diungkapkanp dia, pengelola SPPG Peuteuycondong 1 menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap menu, bahan pendukung,l.

"Nah! Serta proses pengolahan makanan," ujar Yoga.

Masih ujarnya, pengelola juga berkomitmen meningkatkan pengawasan mutu dan memastikan setiap menu menjalani uji organoleptik sebelum didistribusikan.

"Kami menerima seluruh masukan dari masyarakat sebagai bahan perbaikan layanan.

Tujuan kami adalah memastikan makanan yang disajikan aman, bergizi, dan dapat diterima dengan baik oleh para siswa," ujar Yoga.

Masih ujarnya, untuk memperkuat komunikasi dan transparansi, pengelola SPPG berencana menggelar audiensi bersama orang tua siswa dan penerima manfaat.

"Hal ini guna mendengarkan masukan secara langsung serta menyampaikan langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan," beber Yoga.

Ia menambahkan program MBG merupakan upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Maka itu, partisipasi masyarakat melalui kritik dan saran yang konstruktif dinilai penting.

"Artinya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keberhasilan program ke depan," tutup Yoga. 

Duh! Keluhan Orang Tua Soql Menu MBG di SPPG Peuteuycondong 1 Jadi Bahan Evaluasi Pengelola

Sementara itu, sejalan dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola program didorong untuk mengutamakan penggunaan bahan segar dan membatasi penggunaan produk kemasan yang mengandung gula, garam, maupun bahan tambahan pangan tertentu.

Sebagai tindak lanjut, masih diungkapkanp dia, pengelola SPPG Peuteuycondong 1 menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap menu, bahan pendukung,l.

"Nah! Serta proses pengolahan makanan," ujar Yoga.

Masih ujarnya, pengelola juga berkomitmen meningkatkan pengawasan mutu dan memastikan setiap menu menjalani uji organoleptik sebelum didistribusikan.

"Kami menerima seluruh masukan dari masyarakat sebagai bahan perbaikan layanan.

Tujuan kami adalah memastikan makanan yang disajikan aman, bergizi, dan dapat diterima dengan baik oleh para siswa," ujar Yoga.

Masih ujarnya, untuk memperkuat komunikasi dan transparansi, pengelola SPPG berencana menggelar audiensi bersama orang tua siswa dan penerima manfaat.

"Hal ini guna mendengarkan masukan secara langsung serta menyampaikan langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan," beber Yoga.

Ia menambahkan program MBG merupakan upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Maka itu, partisipasi masyarakat melalui kritik dan saran yang konstruktif dinilai penting.

"Artinya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keberhasilan program ke depan," tutup Yoga. 


Bahkan sempat beberapa ke dapur SPPG sering tidak bisa dihubungi untuk sitwkui atau konfirmasi, dan juga hal sama melalui via WhatsApp (WA) masih belum memberikan jawaban atau balasan.

Bahkan sempat beberapa ke dapur SPPG sering tidak bisa dihubungi untuk sitwkui atau konfirmasi, dan juga hal sama melalui via WhatsApp (WA) masih belum memberikan jawaban atau balasan.

Sementara itu, namun sayangnya saat dikonfirmasi atau dihubungi pihak SPPG Peuteuycondong, Cibeber masih belum memberikan keterangan atau penjelasan soal keluhan MBG, kini menjadi perbincangan publik. (mat/dede/Red/*)
×
Berita Terbaru Update