![]() |
| IAS Kabupaten Cianjur peringati Isra Miraj, pelantikan Korwil hingga Milad ke-15 tahun. (Foto: Mul/JabarNews) |
SIGNALCIANJUR.COM - Ikatan Alumni Stekmal (IAS) Kabupaten Cianjur, siapkan segudang program satu tahun ke depan, fokus pada silaturahmi dan bekerja sama dengan baik, sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.
Hal tersebut diungkapkan Ketua IAS Kabupaten Cianjur, Didi Sunardi saat usia momentum peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, lalu pelantikan Koordinator Kecamatan (Korwil), di gedung Assakinah, Jalan Kh Abdullah Bin Nuh, Minggu (25/1/2026).
Ia juga menyampaikan sekaligus mengucapkan terima kasih atas terlaksananya tiga momentum kegiatan tersebut.
"Nah! Kami siap melangkah ke depan dalam menyusun program-program organisasi," jelas Didi.
Selain itu, Ketua IAS Kabupaten Cianjur juga menjelaskan bahwa ke depan akan bergerak lebih terarah dengan menyusun program kerja jangka pendek dan jangka panjang hingga satu tahun ke depan.
"Program tersebut dirancang sebagai wadah silaturahmi, pengabdian sosial, serta penguatan peran alumni kepada masyarakat," ujarnya.
Salah satu agenda yang akan dikembangkan adalah kegiatan berbagi di hari "Jumat Berkah", yang dapat dilaksanakan di Masjid mana saja selama ada keberadaan perwakilan alumni Stekmal (IAS) di sejumlah korwil.
"Ya! Program ini diharapkan menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus berbagi manfaat secara langsung kepada masyarakat," papar Didi.
Sementara itu, pada bidang minat dan bakat, IAS Cianjur telah dan akan terus menggerakkan beberapa komunitas alumni, di antaranya IAS FC (bidang olahraga sepak bola), bulu tangkis, serta mancing mania.
"Kegiatan-kegiatan ini bukan sekadar hobi, tetapi menjadi produk silaturahmi yang mampu menjangkau alumni yang selama ini belum sempat berkumpul," tutur Ketua IAS yang sebelumnya mantan Kabid Dinas PUTR Kabupaten Cianjur ini.
Menjelang bulan Ramadan, dia menyampaikan IAS Cianjur merencanakan kegiatan buka puasa bersama yang disertai dengan santunan anak yatim.
Selain itu, masih papar dia, akan ada agenda rutin tahunan lainnya seperti kegiatan menjelang Maulid Nabi serta momen-momen sosial tertentu sepanjang tahun.
IAS Cianjur juga mendorong program berbasis lingkungan atau (tadabur alam), dan kerja sama kegiatan sosial, seperti penanaman pohon dan bentuk kepedulian lainnya.
Secara internal, organisasi juga berkomitmen untuk saling memperhatikan kondisi sesama alumni, termasuk menjenguk dan membantu rekan yang sedang sakit.
Dari sisi kelembagaan, hubungan IAS Cianjur dengan pemerintah daerah telah terjalin dengan baik.
Koordinasi aktif dilakukan dengan berbagai lembaga seperti Kesbangpol, Dinas Sosial, serta instansi terkait lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan positif organisasi.
Program-program IAS Cianjur pada dasarnya digerakkan dari bawah oleh para Koordinator Wilayah (Korwil) di tiap kecamatan sebagai penguat akar rumput. Sementara itu, DPP berperan sebagai fasilitator dan penampung aspirasi dari seluruh korwil.
Ia menambahkan rangkaian program tersebut, Ketua IAS Kabupaten Cianjur berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata, memperkuat silaturahmi alumni, serta bersinergi dengan masyarakat.
"Bahkan dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah demi kemajuan bersama. Artinya bisa mendukung penuh," tutup Didi.
Terpisah, Pembina IAS Kabupaten Cianjur, Dasep Saparudin menyampaikan sangat mengapresiasi atas pelaksanaan tiga momentum penting dirangkaikan secara efektif, yakni peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, pelantikan pengurus, serta Milad ke-15 IAS.
Menurut Dasep, pelaksanaan pelantikan dalam rangkaian kegiatan tersebut merupakan langkah strategis mengefektifkan waktu dan situasi, sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.
"Momentum ini bukan hanya peringatan keagamaan dan milad organisasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk melantik pengurus baru serta 15 Koordinator Wilayah (Korwil) sesuai arahan Ketua IAS yang baru. Ini langkah tepat dan visioner," jelas Dasep.
Ia menjelaskan bahwa struktur dan jaringan IAS saat ini tidak hanya terbatas di Kabupaten Cianjur, tetapi telah berkembang ke berbagai wilayah seperti Jabodetabek, Banten, Tangerang, Bandung, bahkan hingga luar negeri.
"Nah! Yaitu Jepang dan Malaysia juga ada," ujar Dasep.
Penetapan wilayah korwil dilakukan secara fleksibel dan menyesuaikan latar belakang alumni, baik berdasarkan daerah asal saat menempuh pendidikan maupun domisili dan niat pengabdian di wilayah tertentu.
Dasep juga menegaskan bahwa pengelompokan wilayah dalam IAS tidak disamakan dengan pola organisasi politik, melainkan berbasis kekeluargaan, sejarah pendidikan, dan semangat kontribusi alumni.
Lebih lanjut, Pembina IAS Kabupaten Cianjur juga menyoroti arah gerak organisasi pasca tiga momentum tersebut. Jelasnya, akan fokus menyusun program kerja ke depan yang lebih terstruktur dan menyentuh langsung kebutuhan anggota serta masyarakat.
"Setelah tiga momen besar ini, IAS harus bergerak maju menyusun program-program nyata," katanya.
Dasep berharap IAS Kabupaten Cianjur semakin solid, adaptif, dan mampu menjadi organisasi alumni yang aktif dalam bidang sosial, keagamaan, serta kemasyarakatan.
"Artinya tetap menjaga atau mengedepankan sinergi antar wilayah dan lintas generasi," pungkasnya. (Red/*)







