Notification

×

Iklan

Iklan

Keluhan Warga Soal Pelayanan Pengangkutan Sampah di Desa Sukawangi, Solusi Kedua Pihak Begini

1/19/2026 | Januari 19, 2026 WIB Last Updated 2026-01-19T14:17:37Z

Kantor Desa Sukawangi, Warungkondang, Cianjur. (Foto: Istimewa)

SIGNALCIANJUR.COM– Sejumlah warga di wilayah RT RT 02/RW 08, Kampung Lebe, Desa Sukawangi, menyampaikan keluhan serius terkait pelayanan pengangkutan sampah yang dinilai tidak maksimal dan tidak beretika.

Euis Rohana (60) seorang ini rumah tangga warga stempel mengeluhkan hal tersebut terutama ditujukan pada petugas pengangkut sampah yang dinilai bersikap kurang sopan, khususnya kepada ibu-ibu warga. 

Warga mengungkapkan juga, masih ujarnya, bahwa petugas sering menolak mengangkut sampah dapur dengan alasan jumlahnya terlalu banyak serta menyampaikan pernyataan yang dianggap tidak pantas.

Selain itu, Euis juga menyampaikan sampah sudah dikemas ulang oleh warga dalam kantong-kantong kecil pun tidak diangkut, bahkan dibiarkan berserakan di lokasi sebelum petugas pergi meninggalkan area. 

"Nah! Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran akan kebersihan lingkungan," ujarnya.

Masih diungkapkan dia, bahwa mereka secara rutin membayar iuran sampah, sehingga berharap pelayanan yang diberikan sebanding dengan kewajiban yang telah dipenuhi. Jika terdapat kendala operasional seperti biaya bahan bakar atau ongkos pengiriman ke Tempat Pembuangan Umum (TPU).

"Warga meminta agar hal tersebut disampaikan secara terbuka dan jelas, baik iuran mingguan maupun bulanan, agar dapat dipahami bersama," papar Euis.

Informasi diterima, saat ini, tercatat sekitar lima Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung, dengan lokasi yang berada di beberapa RT berbeda dan warga juga mempertanyakan sejauh mana koordinasi telah dilakukan antara petugas, pihak desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

"Nah! Menurut informasi yang diterima warga, sebelumnya pihak desa telah memberikan teguran agar kejadian serupa tidak terulang," beber Euis.

Namun, Euis menyampaikan karena ini merupakan kejadian kedua, warga menilai bahwa teguran tersebut belum memberikan dampak yang berarti.

"Atas dasar itu, warga berharap adanya evaluasi serius dari pihak desa, termasuk kemungkinan penggantian petugas pengangkut sampah, demi menjaga kenyamanan, kebersihan lingkungan, serta hubungan baik antara petugas dan masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan warga Desa Sukawangi berharap permasalahan ini segera ditindaklanjuti secara konkret agar pelayanan publik.

"Ya! Khususnya pengelolaan sampah, dapat berjalan dengan baik dan profesional," tutup Euis.


Terpisah, petugas sampah Desa Sukawangi, Sudarman mengklarifikasi petugas pengangkut sampah di desa tersebut, terkait keluhan warga, ia menanggapi keluhan sebagian warga soal pelayanan pengangkutan.

Maaih ujarnya, sampah Desa Sukawangi menyampaikan klarifikasi dan penjelasan agar permasalahan dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Petugas sampah Sudarman menjelaskan bahwa dirinya menjalankan tugas pengangkutan sampah dengan keterbatasan tenaga dan biaya operasional.

Ia menyebutkan bahwa upah yang diterima sangat minim dan bahkan lebih mendekati bentuk pengabdian atau relawan, namun tetap dijalani dengan niat menjaga kebersihan Desa Sukawangi.

"Nah! Terkait penolakan pengangkutan sampah, petugas menegaskan bahwa hal tersebut bukan tanpa alasan," jelas Sudarman.

Sudarman juga mengatakan, sampah yang diserahkan warga kerap berupa karung besar dengan muatan berlebihan, bahkan berisi material yang tidak termasuk sampah rumah tangga biasa, sehingga sulit diangkat dan berisiko bagi keselamatan petugas.

"Sejak awal saya sudah menyampaikan agar sampah dimasukkan ke dalam kantong kecil-kecil, bukan karung besar. Jika satu karung harus diangkat sampai tiga orang dan tetap berat, tentu ini di luar kemampuan tenaga saya," ujar Sudarman.

Sudarman juga meminta pengertian warga agar membuang sampah sesuai kapasitas wajar, serta tidak mencampur sampah rumah tangga dengan material lain yang menyulitkan proses pengangkutan. 

Ia menegaskan bahwa keterbatasan tenaga bukan bentuk ketidakpedulian, melainkan kondisi riil di lapangan.

Lebih lanjut, Sudarman menekankan pentingnya saling menghargai antara warga dan petugas, mengingat tugas pengangkutan sampah bukan pekerjaan ringan. Meski kerap dipandang rendah, ia tetap menjalankan tugas dengan harapan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menjaga lingkungan tetap bersih.

"Pekerjaan ini mungkin terlihat hina bagi sebagian orang, tapi saya jalani dengan ikhlas. Semoga apa yang saya kerjakan menjadi berkah," tuturnya.

Sudarman berharap klarifikasi ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama, memperkuat komunikasi antara warga dan pihak desa, serta menjaga silaturahmi.

"Artinya kerja sama demi kebaikan bersama," pungkasnya. (Jr1/Red)
×
Berita Terbaru Update