![]() |
| Sampah tersebut berupa matap karung cimol yang didalamnya berisi sisa hasil pembakaran. (Foto: Tangkapan layar) |
SIGNALCIANJUR– Polemik soal pengelolaan sampah, petugas kebersihan Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, mengeluhkan masih ditemukannya sampah rumah tangga yang dibuang dalam kondisi tidak sesuai aturan.
Seperti halnya diakui Sudarman, sampah tersebut berupa matap karung cimol yang didalamnya berisi sisa hasil pembakaran, sehingga menyulitkan proses pengangkutan dan membahayakan petugas di lapangan.
Keluhan ia muncul karena masih ada warga membuang sampah dalam karung bekas, bukan menggunakan kantong plastik (kresek).
"Hal itu sebagaimana yang telah dianjurkan oleh pemerintah desa," tegasnya.
Selain berat, ia mengeluhkan isi karung yang bercampur abu dan sisa pembakaran membuat sampah menjadi kotor, berdebu, dan berpotensi mencederai petugas saat diangkut.
Salah satu petugas kebersihan Desa Sukawangi mengungkapkan bahwa kondisi tersebut kerap menyulitkan proses kerja mereka.
"Sampah seharusnya sudah dikemas rapi menggunakan kantong plastik dari rumah masing-masing," harapnya.
Hal sama diungkapkan Sudarman, kalau pakai karung dan isinya sisa pembakaran, berat, kotor, dan abu beterbangan.
"Nah! Ini sangat menyulitkan dan tidak aman bagi kami," ujarnya.
Menurut petugas, penggunaan karung juga membuat proses pengangkutan menjadi lebih lama karena sampah sulit diangkat dan tidak praktis saat dimasukkan ke kendaraan pengangkut.
"Selain itu, abu sisa pembakaran dapat beterbangan dan mengganggu kesehatan petugas, terutama saluran pernapasan," terang Sudarman.
Keterangan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Sukawangi sebelumnya telah mengimbau kepada seluruh warga agar tidak membakar sampah dan mengemas sampah rumah tangga menggunakan kantong plastik sebelum dibuang ke tempat pengumpulan.
Petugas sampa Desa Sukawangi Sudarman juga mengimbau, hal tersebut bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan, mempermudah pengelolaan sampah.
"Artinya untuk melindungi keselamatan petugas kebersihan," tandas Sudarman.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Sukawangi, H. Ahamd berharap masyarakat dapat lebih sadar dan peduli terhadap aturan pengelolaan sampah.
"Kerja sama warga sangat dibutuhkan," ajaknya.
Hal sama diutarakan dia, sampah yang dikelola dengan baik dari rumah akan sangat membantu petugas di lapangan dan menjaga lingkungan tetap bersih," katanya.
Pihak desa juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
"Nah! Bila membuang sampah sesuai aturan, warga telah berkontribusi langsung dalam menciptakan lingkungan Desa Sukawangi yang bersih, sehat, dan nyaman," tutup Kades Sukawangi, singkat. (Red/*)



