![]() |
| Proses seleksi Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Cianjur, terlihat di tengah Wakil Ketua DPRD, Susilawati. (Foto: SignalCianjur) |
SIGNALCIANJUR.COM– Proses seleksi Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur memasuki tahap kedua, yakni wawancara, setelah sebelumnya seluruh peserta dari 32 kecamatan mengikuti tes tertulis.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Susilawati, saat dikonfirmasi langsung awak media, Minggu (25/1/2026).
Wakil Ketua DPRD Cianjur juga sekaligus pimpin DPC PDI-P Kabupaten Cianjur ini juga menjelaskan, dari tahapan ini akan mengerucut tiga kandidat terbaik di setiap kecamatan. Satu orang akan dipilih sebagai Ketua PAC.
"Nah! Sementara dua lainnya menjadi personalia yang mendampingi Ketua PAC terpilih," terang dia.
Masih ujarnya, dalam wawancara, para kandidat diuji terkait kemampuan mendorong pembangunan Kabupaten Cianjur secara lintas sektoral. Bahkan, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak di tingkat kecamatan.
"Ketua PAC yang terpilih harus mampu berkolaborasi dengan seluruh stakeholder di wilayahnya, hadir di tengah masyarakat juga responsif terhadap kebutuhan rakyat," harap Ketua PDI-P Kabupaten Cianjur kini menduduki singgasana gedung DPRD Cianjur masih kuat terpilih mewakili kaum perempuan.
Susilawati juga hal sama menekankan pentingnya penguatan peran lintas sektor, termasuk pelibatan kaum perempuan.
"Kenapa? Hal itu keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat dalam berbagai persoalan sosial," tegas Susilawati.
Pemilihan Ketua PAC nantinya akan ditetapkan melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab), sebagai bagian dari upaya konsolidasi organisasi dan penguatan peran partai di akar rumput.
Menanggapi pertanyaan terkait upaya mendongkrak pembangunan lintas sektoral di Kabupaten Cianjur, Ketua DPC PDI Perjuangan Cianjur, Susilawati, menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Masih menurut Ketua PDI-P Kabupaten Cianjur, dibutuhkan kolaborasi kuat. Artinya antara partai, pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, pemuda, serta seluruh stakeholder di tingkat kecamatan.
"Pembangunan harus dilakukan secara gotong royong dan lintas sektor," ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur ini.
Ia juga berharap, nantinya, Ketua PAC ke depan harus mampu menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah
"Ya! Tentu hadir langsung ketika masyarakat membutuhkan harus selalu hadir dan ada," pesan dan harap Susilawati.
Ia juga menekankan pentingnya peran PAC dalam mengawal kepentingan rakyat, termasuk pemberdayaan perempuan dan penguatan basis sosial di tingkat kecamatan.
"Nah! Agar pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tutup Susilawati. (Red/*)





