![]() |
| Ribuan warga Cianjur salat Istisqa. (Foto: Ist) |
SIGNALCIANJUR.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Cianjur menggelar salat Istisqa di Alun-Alun Cianjur, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ribuan jemaah yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), pelajar, serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Ketua Umum MUI Kabupaten Cianjur, Drs. KH. R. Abdul Rauf, mengatakan salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT.
"Agar segera menurunkan hujan di tengah kondisi kemarau yang dirasakan masyarakat," katanya.
Sementara itu, selesai pelaksanaan salat, ribuan jemaah bersama-sama memanjatkan doa. Suasana khusyuk terlihat ketika masyarakat menengadahkan tangan, memohon agar Allah SWT memberikan rahmat berupa turunnya hujan serta keberkahan bagi masyarakat dan lingkungan.
Ketua Umum MUI Kabupaten Cianjur, Drs. KH. R. Abdul Rauf, menyampaikan bahwa salat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kondisi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan.
“Salat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT. Kita berdoa agar hujan segera diturunkan, sehingga kebutuhan masyarakat, pertanian, peternakan, dan lingkungan dapat kembali terpenuhi,” ujar KH. R. Abdul Rauf.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya berdoa, tetapi sekaligus melakukan introspeksi dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Selain berdoa, mari kita memperbanyak istighfar," tutur KH. R. Abdul Rauf.
Masih ujarnya, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta menjaga lingkungan. Mudah-mudahan ikhtiar dan doa.
"Kita lakukan bersama ini mendapat keberkahan dan segera dikabulkan,” kata Ketua Umum MUI Kabupaten Cianjur.
Ia menambahkan pelaksanaan salat Istisqa diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Cianjur untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan.
"Nah! Mari terus berikhtiar menghadapi dampak musim kemarau," tutup Ketua Umum MUI Kabupaten Cianjur. (Red/*)
