![]() |
| BPP Mande, Cianjur memperkuat koordinasi terkait kebijakan pertanian, pendataan petani penerima pupuk bersubsidi. (Foto: IST) |
SIGNALCIANJUR— Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur memperkuat koordinasi terkait kebijakan pertanian, pendataan petani penerima pupuk bersubsidi, serta persiapan program penyuluhan pertanian 2027, Senin (21/9/2026).
Diketahui, diikuti Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian BPP Mande Rudi Suprianto, para penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani.
Pembahasan utama meliputi persiapan E-RDKK Tahun 2027, penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian 2027, serta sosialisasi mekanisme pendataan dan penyaluran pupuk bersubsidi.
Rudi Suprianto mengatakan, kelengkapan dan kesesuaian data petani menjadi hal penting agar usulan penerima pupuk bersubsidi sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Data petani harus lengkap dan sesuai kondisi di lapangan." imbuhnya.
Masih ujarnya, mulai dari identitas, luas lahan garapan hingga dokumen penguasaan atau kepemilikan lahan perlu dipastikan sebelum data diusulkan.
Menurutnya, sebelum dimasukkan ke dalam aplikasi E-RDKK, data terlebih dahulu disusun dan diverifikasi bersama kelompok tani serta pemerintah desa. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalkan kesalahan data dalam proses pengusulan.
Selain pendataan pupuk bersubsidi, BPP Mande juga membahas penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian 2027 yang akan disesuaikan dengan potensi wilayah, kebutuhan petani, serta arah pembangunan pertanian.
“Programa penyuluhan harus benar-benar melihat kebutuhan petani dan potensi wilayah. Penyuluh juga harus mampu menyampaikan materi dengan metode dan media yang tepat agar mudah diterima oleh petani,” katanya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bimbingan teknis bagi penyuluh mengenai tugas dan fungsi di lapangan, termasuk sasaran, metode, teknik, media, serta materi penyuluhan.
Diketahui, diikuti Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian BPP Mande Rudi Suprianto, para penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani.
Sementara itu, pembahasan utama meliputi persiapan E-RDKK tahun 2027, penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian 2027, serta sosialisasi mekanisme pendataan dan penyaluran pupuk bersubsidi.
Rudi berharap koordinasi tersebut dapat menyamakan persepsi antara penyuluh, kelompok tani, dan pemerintah desa.
"Sehingga berbagai program strategis Kementerian Pertanian dapat berjalan lebih efektif," jelas Rudi.
Ia berharap melalui koordinasi ini kendala di lapangan dapat dibahas bersama dan segera ditindaklanjuti, dan terpenting, pelayanan kepada petani dapat terus ditingkatkan.
"Artinya program pertanian berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (Red/*)
.jpg)