![]() |
| Kantor RSUD Sayang Cianjur. (Foto: Ist) |
SIGNALCIANJUR.COM– RSUD Sayang Cianjur memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kondisi yang kerap menimbulkan pertanyaan, khususnya saat petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD) menyampaikan bahwa ruang rawat inap belum tersedia, padahal secara kasat mata masih terlihat ada kamar yang kosong.
Dirut RSUD Sayang Cianjur dr Yuli Hendriyani mengatakan kondisi tersebut bukan karena rumah sakit menunda pelayanan, memilih pasien, ataupun membatasi akses perawatan.
"Ketersediaan kamar rawat inap harus mengikuti prosedur dan sistem pelayanan rumah sakit mengutamakan keselamatan pasien, pengendalian infeksi, serta pemerataan pelayanan kesehatan," jelasnya, Kamis (23/7/2026).
Dalam praktiknya, dr Yuli menyampaikan kamar tampak kosong belum tentu siap ditempati. Setelah pasien pulang atau dipindahkan, ruangan harus melalui proses administrasi, pembersihan, sterilisasi, pergantian perlengkapan medis dan tempat tidur, serta pembaruan data pada sistem informasi rumah sakit.
"Seluruh tahapan tersebut wajib dilakukan agar pasien berikutnya mendapatkan ruang yang aman dan layak," katanya.
Selain itu, hal sama diungkapkan dr Yuli, penempatan pasien juga disesuaikan dengan kebutuhan medis, jenis penyakit, tingkat perawatan, kapasitas ruangan, hingga kelas perawatan yang menjadi hak pasien.
"Karena itu, tidak semua kamar yang terlihat kosong dapat langsung digunakan," ujar dia.
Direktur RSUD Sayang Cianjur, dr. Yuli Hendriyani, mengatakan pihaknya memahami kekhawatiran keluarga pasien saat harus menunggu ketersediaan ruang rawat.
"Namun, seluruh proses dilakukan demi menjaga mutu pelayanan dan keselamatan seluruh pasien," katanya.
Masih ujarnya, memahami keinginan masyarakat agar pasien segera mendapatkan ruang perawatan. Namun setiap kamar harus dipastikan benar-benar siap digunakan sesuai standar pelayanan rumah sakit.
"Proses ini bukan untuk mempersulit pasien, melainkan untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan kesehatan yang kami berikan," ujar dr. Yuli Hendriyani.
dr Yuli menambahkan, petugas IGD dan seluruh tenaga kesehatan akan terus memberikan pelayanan sesuai kondisi medis pasien.
"Selama ruang rawat belum tersedia, pasien tetap mendapatkan penanganan medis di IGD atau ruang observasi sesuai prioritas kegawatdaruratannya," paparnya.
RSUD Sayang Cianjur juga mengajak masyarakat untuk memahami mekanisme pelayanan rumah sakit agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai ketersediaan ruang rawat inap.
"Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan," tutup Dirut RSUD Sayang Cianjur.
Melalui penyampaian informasi yang terbuka, RSUD Sayang Cianjur berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, cepat, dan mengutamakan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. (Red/*)
