![]() |
| Plt Kepala Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Firman Edi. (Foto: Ist) |
SIGNALCIANJUR.COM– Pemerintah Kabupaten (Pamkab) Cianjur melalui Dinas Pangan terus memperkuat berbagai program strategis, guna menjaga ketahanan pangan daerah di tengah tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga bahan pokok, dan dinamika distribusi pangan.
Plt Kepala Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Firman Edi mengatakan pangan Cianjur tetap terjaga, Dinas Pangan Perkuat Program untuk Hadapi Tantangandi, saat dikonfirmasi langsung awak media, di meja kerja, Selasa (18/7/2026), sore.
"Upaya tersebut dilakukan sepanjang tahun 2026 melalui penguatan ketersediaan, keterjangkauan, keamanan, hingga kualitas konsumsi pangan masyarakat," jelasnya.
Ia juga menyampaikan sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Barat, Kabupaten Cianjur dinilai masih memiliki kondisi ketahanan pangan yang baik.
"Namun, pemerintah tetap melakukan pemetaan wilayah rentan pangan melalui pembaruan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA)," jelas Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur.
"Nah Artinya setiap tahun sebagai dasar penyusunan kebijakan dan penanganan yang tepat sasaran," terang
Berbagai program prioritas terus dijalankan, di antaranya penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), pengembangan lumbung pangan masyarakat, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kemudian, Sistem Pangan Keliling Andalan (SiPangKalan), edukasi konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Gerakan Stop Boros Pangan.
"Nah! Pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, hingga pengawasan keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT)," ajaknya.
Hal sama disampaikan dia, upaya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, Dinas Pangan rutin memantau harga dan ketersediaan pangan di pasar tradisional maupun modern.
"Nah! Memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, distributor, pelaku usaha, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)," terang Plt Kepala Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Cianjur.
Langkah ini, ia juga menyampaikan dilakukan agar pasokan tetap terjaga, terutama menjelang hari besar keagamaan maupun saat terjadi gejolak harga.
Sementara itu, hasil data dalam aspek keamanan pangan, sepanjang tahun 2026 Dinas Pangan telah melaksanakan 34 kali rapid test keamanan pangan dan 40 kali kunjungan pengawasan ke pasar.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pangan segar yang beredar aman, sehat, dan layak dikonsumsi masyarakat.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Firmansyah, mengatakan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama.
"Intinya harus memerlukan sinergi pemerintah, petani, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, Cianjur memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil pangan. Namun, tantangan seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, fluktuasi harga, hingga pola konsumsi masyarakat harus dihadapi dengan kerja sama semua pihak.
Karena itu kami terus memperkuat cadangan pangan, menjaga stabilitas pasokan dan harga, juga meningkatkan keamanan pangan.
Ia juga mengajak masyarakat mengonsumsi pangan lokal, memanfaatkan pekarangan, dan menerapkan pola konsumsi B2SA. Dengan kolaborasi yang kuat
"Kami optimistis ketahanan pangan Cianjur akan semakin tangguh, kesejahteraan petani meningkat, dan masyarakat semakin sehat," timpalnya.Firmansyah Adi.
Terakhir, ia menambahkan melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap ketahanan pangan dapat terus terjaga secara berkelanjutan.
"Ya! Sehingga mamp mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah," tandasnya. (Red/)

