![]() |
| Kantor Disdikpora Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Foto: SignalCianjur) |
SIGNALCIANJUR— Komitmen Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dalam membangun sinergi dengan media kembali dipertanyakan.
Sejumlah awak media mengaku kesulitan mendapatkan konfirmasi maupun akses informasi, meskipun sebelumnya pihak dinas menyatakan siap terbuka dan mendukung keterbukaan informasi publik (KIP).
'Ya? Khususnya dengan terkait anggaran.serta program lainnya," kata wartawan Metropolitan.id (media cetak dan online), saat dikonfirmasi memperjuangkan soal program publikasi dan berlangganan koran, Kamis (9/4/2026).
Diketahui, padahal sudah berjalan saur bulan. Namun entah kenapa mandeg saat pengajuan kedua kalinya diduga pihak dinas membakari janji.
"Tentu sangatlah disayangkan seorang pejabat tinggi sebagai kepala dinas (Kadis)," keluh Mamat Mulyadi alias Tamem..
Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Disdikpora. Sebelumnya mereka menyatakan siap bersinergi dan terbuka.
Namun faktanya, hal sama disesalkan Tamem (Biro Cianjur , Cimahi Kota dan KBB)!s saat mencoba mengonfirmasi, baik melalui pertemuan langsung maupun pesan singkat seperti WhatsApp dan SMS, tidak pernah mendapat respons naik.
I'nah! Hal ni tentu menjadi tanda tanya besar,” ujar Tamem, penggalian akrab di lingkungan awak media di Cianjur.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh doa, menilai, sulitnya akses komunikasi dengan dinas tersebut menunjukkan adanya ketidakkonsistenan antara pernyataan dan praktik di lapangan.
"Kami hanya ingin menjalankan tugas jurnalistik, menyampaikan informasi yang akurat kepada publik," tegasmya.
Tapi jika akses ditutup seperti ini, tentu menghambat transparansi,” tambahnya..
Terpisah, menanggapi hal tersebut, sebelumnya saat dikonfirmasi Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli, memberikan klarifikasi.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya tetap berkomitmen terhadap keterbukaan informasi dan tidak memiliki niat untuk menghindari awak media.
“Kami mohon maaf jika dalam beberapa waktu terakhir belum dapat merespons dengan maksimal," bilangnya.
Hal ini lebih kepada padatnya agenda dan kegiatan internal yang cukup menyita waktu. Namun kami pastikan, Disdikpora tetap terbuka terhadap media dan siap memberikan informasi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Ruhli juga menambahkan bahwa pihaknya akan berupaya memperbaiki pola komunikasi dengan awak media ke depan, termasuk meningkatkan responsivitas dalam menjawab konfirmasi dan menyediakan akses informasi yang dibutuhkan.
"Apalagi mengangkut soal anggaran terlihat dugaan tidak ada keterbukan saat dipertanyakan," ucapnya sambil tersenyum lebar terlihat santai, saat ditemui beberapa wakru lalu.
Meski demikian, para wartawan berharap agar komitmen tersebut tidak hanya menjadi pernyataan semata, melainkan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.
"Artinya transparansi dan keterbukaan informasi dinilai sebagai bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah," jelas Tamem.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih menunggu konsistensi langkah dari Disdikpora Cianjur dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka dan profesional. (Dedi/Red)



