![]() |
| Foto Pembukaan PKK di LKP Brother : SignalCianjur |
SIGNALCIANJUR.COM— LKP Brother Training Center resmi membuka kegiatan Pembukaan dan Orientasi Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) untuk Keterampilan Perawat Lansia pada Jumat, 15 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta asal Cianjur dan dilaksanakan di LKP Brother Training Center, Jl. Ir. H. Djuanda, Panembong, Cianjur, Jawa Barat.
Program PKK tersebut merupakan program dari Direktorat Kursus Kemendikdasmen RI yang sebelumnya telah melalui proses kurasi oleh Kemendikdasmen. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan kerja di bidang perawatan lansia, dengan durasi pembelajaran selama 220 jam.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Muhidin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peserta harus mengikuti pelatihan dengan niat yang baik, kesungguhan, dan komitmen tinggi.
“Perjuangan ini harus diawali dengan niat yang baik dan bersungguh-sungguh. Belajarnya harus sungguh-sungguh agar nanti bisa bekerja dengan baik dan sukses,” ujar Muhidin.
Perwakilan LKP Brother Training Center menyampaikan bahwa program ini diselenggarakan sebagai bentuk kesiapan lembaga dalam mencetak tenaga kerja terampil, khususnya di bidang perawatan lansia. Selain itu, LKP Brother Training Center telah menjalin kerja sama dengan perusahaan dan panti jompo di Jepang untuk mendukung penyaluran tenaga kerja lulusan program PKK.
“Alasan kami menyelenggarakan kegiatan ini karena kami sudah bekerja sama dengan perusahaan di Jepang untuk penyaluran tenaga kerja. Akhir dari kegiatan ini adalah uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi perawat lansia,” ujar perwakilan LKP Brother Training Center.
Selain bekerja sama dengan panti jompo di Jepang, LKP Brother Training Center juga menggandeng Koperasi Miraino Hikari dalam penyediaan dana talang bagi siswa kurang mampu. Skema ini diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi peserta yang memiliki minat dan kemampuan, namun terkendala biaya.
Untuk proses pemberangkatan ke Jepang, lulusan program akan ditangani langsung oleh LPK SO Brother Training Center yang telah memiliki izin Sending Organization (SO). Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan keterampilan, tetapi juga memiliki jalur penyaluran kerja yang lebih terarah.
Program pelatihan ini didukung oleh instruktur yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman sesuai bidangnya, yakni lulusan D3 Keperawatan serta alumni Jepang yang pernah bekerja di bidang perawatan lansia.
Melalui kegiatan ini, LKP Brother Training Center berharap para peserta mampu mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan disiplin, serius, dan bertanggung jawab. Setelah menyelesaikan pelatihan dan mengikuti uji kompetensi, peserta diharapkan memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri, khususnya Jepang. (Red/*)
Program PKK tersebut merupakan program dari Direktorat Kursus Kemendikdasmen RI yang sebelumnya telah melalui proses kurasi oleh Kemendikdasmen. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan kerja di bidang perawatan lansia, dengan durasi pembelajaran selama 220 jam.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Muhidin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peserta harus mengikuti pelatihan dengan niat yang baik, kesungguhan, dan komitmen tinggi.
“Perjuangan ini harus diawali dengan niat yang baik dan bersungguh-sungguh. Belajarnya harus sungguh-sungguh agar nanti bisa bekerja dengan baik dan sukses,” ujar Muhidin.
Perwakilan LKP Brother Training Center menyampaikan bahwa program ini diselenggarakan sebagai bentuk kesiapan lembaga dalam mencetak tenaga kerja terampil, khususnya di bidang perawatan lansia. Selain itu, LKP Brother Training Center telah menjalin kerja sama dengan perusahaan dan panti jompo di Jepang untuk mendukung penyaluran tenaga kerja lulusan program PKK.
“Alasan kami menyelenggarakan kegiatan ini karena kami sudah bekerja sama dengan perusahaan di Jepang untuk penyaluran tenaga kerja. Akhir dari kegiatan ini adalah uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi perawat lansia,” ujar perwakilan LKP Brother Training Center.
Selain bekerja sama dengan panti jompo di Jepang, LKP Brother Training Center juga menggandeng Koperasi Miraino Hikari dalam penyediaan dana talang bagi siswa kurang mampu. Skema ini diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi peserta yang memiliki minat dan kemampuan, namun terkendala biaya.
Untuk proses pemberangkatan ke Jepang, lulusan program akan ditangani langsung oleh LPK SO Brother Training Center yang telah memiliki izin Sending Organization (SO). Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan keterampilan, tetapi juga memiliki jalur penyaluran kerja yang lebih terarah.
Program pelatihan ini didukung oleh instruktur yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman sesuai bidangnya, yakni lulusan D3 Keperawatan serta alumni Jepang yang pernah bekerja di bidang perawatan lansia.
Melalui kegiatan ini, LKP Brother Training Center berharap para peserta mampu mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan disiplin, serius, dan bertanggung jawab. Setelah menyelesaikan pelatihan dan mengikuti uji kompetensi, peserta diharapkan memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri, khususnya Jepang. (Red/*)
