Notification

×

Iklan

Iklan

Soal Isu Perampokan Mengaku Mabes TNI di Cianjur, Begini Penjelasan Camat Cianjur

3/27/2026 | Maret 27, 2026 WIB Last Updated 2026-03-27T14:28:52Z
Jajaran anggota TNI-Polri juga Forkopimcam Cianjur. (Foto: SignalCianjur)


SIGNALCIANJUR.COM– Menindaklanjuti beredarnya informasi viral di media sosial terkait dugaan perampokan oleh oknum yang mengaku berasal dari Mabes TNI di wilayah Cianjur, aparat setempat memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar (hoaks).

Diketahui, klarifikasi ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kecamatan Cianjur, bahkan camat pun ikut turun tangan.

Sementara itu, Camat Cianjur, Saripudin, mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.

Ia juga menegaskan bahwa apabila menemukan pihak mencurigakan yang mengaku sebagai aparat.

"Masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan RT/RW setempat," pinta Camat Cianjur.

Camat menambahkan melaporkan kepada pemerintah wilayah atau aparat keamana, tidak bertindak sendiri tanpa konfirmasi. Pemerintah Kecamatan Cianjur memastikan bahwa sistem keamanan wilayah melibatkan unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

"Intinya yang siap melakukan pengecekan dan penanganan secara cepat," tutup Saripudin.

Diharapkan dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat dapat lebih waspada dan bijak dalam menerima informasi, serta kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah Cianjur. 

Terpisah, Kepala Staf Kodim 0608/Cianjur, U. Rohmat, menyampaikan bahwa setelah dilakukan verifikasi dan pendalaman, pelaku bukan anggota TNI, melainkan warga sipil yang mengaku sebagai bagian dari Komando Cadangan (Komcad).

Dalam aksinya, pelaku menggunakan senjata tajam dan pistol mainan untuk mengintimidasi korban. 

"Kejadian berlangsung di Kampung Pataruman, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat," jelas dia.

Diketahui, terdapat dua tersangka dalam kasus ini yaitu satu tersangka berinisial DG telah diamankan di Polres Cianjur.

Sementara itu, satu tersangka lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kepala Staf Kodim 0608/Cianjur, U. Rohmat, juga menyampaikan modus operandi pelaku adalah penipuan berkedok gadai kendaraan mobil, dengan dalih kendaraan dapat ditebus. 

"Namun pada kenyataannya, kendaraan tersebut telah dipindahtangankan kepada pihak lain," ujar dia.

Kepala Staf Kodim 0608/Cianjur, U. Rohmat juga menyampaikan pelaku diduga nekat menjalankan aksinya karena merasa percaya diri setelah mengaku sebagai anggota Komcad dan terbiasa bergaul dengan purnawirawan.

"Sehingga menimbulkan kesan seolah-olah memiliki latar belakang militer," pungkasnya. (Ded/*)
×
Berita Terbaru Update