![]() |
| Kantor Bulog Kabupaten Cianjur. (Foto: Istimewa) |
SIGNALCIANJUR.COM— Pasca Lebaran 2026, ketersediaan beras di Kabupaten Cianjur dipastikan dalam kondisi aman.
Perum Bulog memastikan stok beras mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, meskipun sempat muncul isu terkait dampak geopolitik internasional terhadap ketahanan pangan.
Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur, Yanto Nurdianto, menyampaikan bahwa saat ini stok beras di gudang Bulog Cabang Cianjur mencapai sekitar 17.000 ton. Selain itu, terdapat tambahan sekitar 3.000 ton yang masih dalam proses pengolahan dari hasil penyerapan gabah petani.
"Total stok yang tersedia saat ini kurang lebih sekitar 20.000 ton dan jumlahnya masih akan terus bertambah seiring penyerapan gabah yang masih berlangsung," katanya, kepada insan media, Kamis (27/3/2026).
Stok tersebut merupakan gabungan untuk wilayah Cianjur dan Sukabumi. Untuk mendukung penyimpanan, Bulog mengoperasikan dua gudang utama di wilayah Cianjur, yakni di Bojong dan Bojongherang, serta sejumlah gudang tambahan.
Dari sisi kualitas, ia juga menyampaikan beras yang dihasilkan saat musim kemarau justru dinilai lebih baik dibandingkan musim hujan.
"Kadar air lebih rendah saat kemarau, sehingga kualitas dan hasil beras lebih optimal," jelasnya.
Sementara itu, proses penyerapan gabah dari petani terus berjalan dengan rata-rata 300 hingga 400 ton per hari, sehingga memperkuat cadangan stok yang tersedia.
Masih ujarnya, menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idulfitri, Bulog juga menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM).
"Artinya memperluas distribusi beras ke berbagai saluran," ujar Yanto.
Penyaluran dilakukan melalui toko pasar, Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, dan kegiatan pasar murah yang bekerja sama dengan dinas terkait, serta didukung oleh TNI dan Polri.
"Langkah ini dilakukan untuk menjaga harga tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat," kata Yanto.
Selain itu, ia juga menyampaikan pemerintah juga akan kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat.
Masih ditambahkan dia, setiap penerima akan mendapatkan 10 kilogram beras per tahap, yang disalurkan sebanyak dua kali, sehingga total bantuan mencapai 20 kilogram beras.
"Ya! Diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat," tandasnya. (Red/*)



