Notification

×

Iklan

Iklan

Orang Tua Keluhkan Dugaan Pungli Rp150 Rinu Per Siswa Kegiatan Perpisahan di SMAN 1 Cilaku Cianjur

3/19/2026 | Maret 19, 2026 WIB Last Updated 2026-03-18T22:36:01Z

SMA Negeri di Cianjur. (Foto; Dedi/SignalCianjur)

SIGNALCIANJUR– Para orang tua siswa  mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar (Pungli) pada sejumlah peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat soal kontribusi untuk pelaksanaan perpisahan, Kamis (19/3/2026)

Informasi atau bocoran tersebut dari beberapa orang tua menilai bahwa besaran biaya tersebut cukup memberatkan, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. 

Selain itu, terdapat pula masukan agar pihak sekolah maupun panitia memberikan rincian penggunaan dana secara lebih transparan dan terbuka.

"Sehingga orang tua dapat memahami kebutuhan anggaran secara jelas, EL (40/ orang tua siswa tidak mau disebutkan namnya.

Ia menambahkan pada prinsipnya orang tua siswa mendukung kegiatan perpisahan, namun kami berharap biaya yang dibebankan bisa lebih disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang tua.

"Nah! Atau misal etidaknya ada opsi keringanan," harap dan tutup salah satu wali murid.

Terpisah, menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Perpisahan, Nasrudin, menjelaskan bahwa keputusan terkait besaran kontribusi telah melalui proses musyawarah bersama perwakilan orang tua dan pihak sekolah pada 13 Februari 2026.

"Kontribusi sebesar Rp150.000 per siswa merupakan hasil kesepakatan bersama dalam musyawarah. 

Masih ujarnya, soal dana tersebut akan digunakan untuk menunjang seluruh rangkaian kegiatan, seperti perlengkapan acara, konsumsi, dokumentasi, serta kebutuhan teknis lainnya.

"Agar kegiatan berjalan tertib dan lancar," jelasnya.

Panitia juga menegaskan bahwa kegiatan perpisahan bertujuan memberikan momen berkesan bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA. 

Selain itu, pihak panitia menyatakan terbuka terhadap masukan dari orang tua dan siap memberikan penjelasan lebih rinci terkait penggunaan anggaran

"Kami sangat menghargai setiap masukan dari orang tua. Jika ada yang membutuhkan penjelasan atau mengalami kendala dalam pembayaran, kami membuka ruang komunikasi untuk mencari solusi terbaik," tambah Nasrudin.

Pihak panitia berharap adanya kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua demi terwujudnya kelancaran kegiatan perpisahan.

"Intinya dapat memastikan bahwa kegiatan tersebut tetap inklusif dan tidak memberatkan pihak manapun," tutup Nasrudin.. 

Diketahui, keluhan dugaan pungutan liar (Pungli) tersebut pada sejumlah orang tua (wali) peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Cilaku, dengan alasan untuk kontribusi yang sudah dilaksanakan pada 7 Mei 2026 di lapangan SMA Negeri 1 Cilaku, lalu. (Ded/Red)

×
Berita Terbaru Update