Notification

×

Iklan

Iklan

Waduh! Dugaan Keracunan MBG Siswa SDN Wargasari Kadupandak Cianjur Bertambah 33 Orang

1/27/2026 | Januari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-01-27T11:19:05Z
Siswa SDN Wargasari, Desa Margasari, Kadupandak, Cianjur, kembali bertambah sebanyak 33 orang. (Foto: SignalCianjur)


SIGNAlCANJUR- Jumlah siswa yang mengalami dugaan keracunan makanan (MBG) di SDN Wargasari, Desa Margasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, kembali bertambah sebanyak 33 orang.

Ketua Karang Taruna Kadupandak, Kurnia Gandi membenarkan seluruh siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan medis oleh Puskesmas Kecamatan Kadupandak.

"Nah! Dari jumlah tersebut, sebagian siswa dirujuk ke rumah sakit (RS) untuk pemeriksaan dan penanganan lanjutan," katanya kepada reporter Jabar News, Selasa (26/1/2026).

Sementara, masih ujarnya dia yang lainnya ditangani langsung di puskesmas sesuai kondisi kesehatan masing-masing. Bahkan, petugas kesehatan bergerak cepat melakukan penanganan, pemantauan.

"Serta pendataan terhadap para siswa yang terdampak," ujar Gandi.

Hingga saat ini, masih diungkapkanp dia, kondisi para siswa berangsur membaik dan dalam pengawasan tenaga medis.

Pemerintah Kecamatan Kadupandak mengimbau kepada masyarakat dan orang tua siswa, agar tetap tenang dan tidak panik, serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. 

Seluruh perkembangan akan disampaikan secara resmi sesuai hasil pemeriksaan di lapangan.

Pemerintah kecamatan bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Ia juga menyampaikan bahwa jumlah siswa SDN Wargasari, Desa Margasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, yang mengalami dugaan keracunan makanan (MBG) bertambah menjadi 33 orang.

"Seluruh siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan medis dari Puskesmas Kecamatan Kadupandak," terang Gandi.

Hal sama dikatakan dia, sebagian siswa dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan penanganan lanjutan, sementara siswa lainnya ditangani langsung di puskesmas sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

"Petugas kesehatan bergerak cepat melakukan penanganan, pemantauan, serta pendataan terhadap para siswa yang terdampak," ujar Gandi.

Hingga saat ini, kondisi seluruh siswa dilaporkan berangsur membaik dan masih berada dalam pengawasan tenaga medis.

Pemerintah Kecamatan Kadupandak mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua siswa, agar tetap tenang dan tidak panik, serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Seluruh perkembangan dan hasil pemeriksaan akan disampaikan secara resmi oleh pihak berwenang.

Ketua Karang Taruna Kadupandak Kurnia Gandi menambahkan pemerintah kecamatan bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi, guna memastikan penanganan berjalan optimal.

"Artinya melakukan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tandasnya. (Red)



×
Berita Terbaru Update