![]() |
| Siswa SDN Wargasari, Desa Wargasari, Kadupandak, Cianjur Barat dilaporkan mengalami gangguan keracunan MBG. (Foto: Mul/JabarNews) |
SIGNALCIANJUR - Belasan siswa SDN Wargasari, Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dengan gejala mual, muntah, dan diare, yang diduga merupakan keracunan makanan makan bergizi gratis (MBG).
Ketua Karang Taruna Kadupandak, Kurnia Gandi mengatakan berdasarkan keterangan dan laporan orang tua murid yang disampaikan kepada Karang Taruna Kecamatan Kadupandak.
"Nah! Sehingga siang hari ini sejumlah siswa telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas, dan sebagian dirujuk ke rumah sakit, di antaranya RS Pagelaran," ujarnya.
Masih diungkapkan dia, tercatat lebih dari tiga siswa telah dirujuk, sementara beberapa lainnya masih dalam perjalanan atau persiapan rujukan.
"Nah! Sehingga jumlah korban diperkirakan mencapai belasan siswa" katanya saat dikonfirmasi langsung awak media, pagi.
Hal sama masih dikatakam Gandi, tidak seluruh siswa yang mengalami sakit merupakan siswa mengonsumsi makanan tertentu. Terdapat siswa yang tidak mengonsumsi makanan namun mengalami gejala serupa.
"Nah! Sebaliknya terdapat pula siswa yang mengonsumsi makanan. Namun tidak mengalami gangguan kesehatan," terang Gandi.
Sementara itu, berdasarkan keterangan guru yang menyaksikan langsung, pada beberapa kelas, khususnya kelas 2, siswa yang mengonsumsi makanan pada hari sebelumnya tidak mengalami sakit.
"Ada juga siswa kelas 1 hingga 5 juga. Begitu," tutur Ketua Karang Taruna Kadupandak.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepemudaan Desa Gandasari menyampaikan harapan, agar pengelolaan makanan, khususnya dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Desa Gandasari, dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat.
"Ya! Artinya mengutamakan kebersihan, sterilisasi, dan kualitas makanan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," harap Kunia Gandi.
Perlu ditegaskan bahwa kejadian ini masih dalam tahap dugaan, dan saat ini menunggu hasil pemeriksaan medis serta penyelidikan dari pihak terkait.
"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi," ujar Ketua
Informasi dari warga juga, terbitnya disampaikan sebagai bentuk informasi awal kepada publik, berdasarkan keterangan narasumber di lapangan, dan akan diperbarui sesuai perkembangan resmi.
Lain pihak, Kades Wargasari A Juanda menyampaikan tanggapan terkait pelaksanaan kegiatan MPG Partisipasi yang saat ini tengah berlangsung dan menjadi perhatian masyarakat.
"Nah! Pada prinsipnya, kegiatan MPG Partisipasi merupakan program yang sangat baik dan diharapkan dapat dilaksanakan secara merata di setiap desa," kat dia.
Mengingat wilayah Desa Wargasari memiliki keterkaitan langsung dengan kurang lebih empat desa sekitar.
"Maka pelaksanaan kegiatan ini perlu dipersiapkan dengan lebih matang dan terkoordinasi,.
Ia juga menegaskan bahwa kualitas konsumsi atau makanan yang disajikan harus benar-benar diperhatikan, baik dari sisi kebersihan, kelayakan, maupun mutu,.
"Agar sesuai dengan tujuan kegiatan dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta," pintanya.
..
Selain itu, diharapkan setiap desa yang terlibat dapat mempersiapkan kebutuhan kegiatannya masing-masing, termasuk konsumsi dan teknis pelaksanaan.
"Sehingga tidak terjadi ketimpangan dan pelaksanaan MPG Partisipasi dapat berjalan tertib, adil, dan maksimal," tutup Kades Wargasari.
Pemerintah Desa (Pemdes) Gandasari juga berharap adanya koordinasi yang lebih baik antar desa serta dukungan dari seluruh pihak agar kegiatan MPG Partisipasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.
Terpisah, hasil informasi dari Karang Taruna, jadi memang tidak makan juga hal sama jadi sakit (keracunan) dibawah ke puskesmas terdekat dan RS Pagelaran.
"Jadi belum belum bisa menyimpulkan bahwa hal ini dugaan kecunanan MBG," katanya Kades Gandasari, H. Aang (yang selaku yang menyewakan tempat SPPG).
Ia menambahkan sementara komentar atau tanggapan dari pihak desa seperti itu. Bahkan, ada dari pihak kecamatan, Polsek Kadupandak, dan lainnya ada hadir.
"Artinya masih belum memberikan informasi secara detail," tutup kepala di di Kecamatan Kadupandak, wilayah Cianjur Selatan (Cisel).(Red/*)



