![]() |
| Ketua pemuda dan masyarakat, Rizal dan Om Beng. (Foto: SignalCianjur) |
SIGNALCIANJUR.COM- Karang Taruna Unit Kampung Warungkiara, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengeluhkan sekaligus mendesak Pemerintah Daerah Pemda Kabupaten Cianjur untuk merealisasikan pembangunan Tempok Panahan Tanah (TPT) di Sungai Cisarua, Kamis (25/12/2025).
Pantauan di lapangan, keluhan dan aspirasi masyarakat tersebut dari aduan Karang Taruna Unit dan CEO SignalCianjur.com.
Ketua Karang Taruna Unit RT01/05, Desa Nagrak, M. Rizaldy mengatakan berdasarkan kondisi di lapangan, dapat disimpulkan bahwa keluhan masyarakat tersebut benar adanya. Telah terjadi erosi yang menyebabkan longsor dan peristiwa ini sering terjadi.
"Panjang area terdampak diperkirakan kurang lebih 40 meter lari dengan tinggi 3 meter" jelasnya kepada awak media, Signal Cianjur.
Sebenarnya, masih ujarnya, dari pemerintah daerah belum ada perhatian serius untuk penanganan,.
"Nah! Hingga saat ini belum ada respons nyata di lapangan," akunya tokoh pemuda setempat.
Hal sama diungkapkan dia, termasuk pengecekan lokasi secara langsung.
Sm ia berharap dengan adanya laporan ini, pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti dan turun langsung ke lokasi.
Hal sama diungkapkan dia, untuk kebutuhan anggaran, estimasi biaya penanganan diperkirakan berkisar antara anggaran ratusan juta rupiah, hal tersebut berharap dengan sangat masih bisa diperbaiki dan terselesaikan dengan baik kebutuhan teknis di lapangan untuk kepentingan masyarakat.
"Nah? Ini pasalnya menyangkut kepentingan masyarakat," ujar tokoh pemuda yang peduli lingkungan sesuai dengan program Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi (KDM).
Ia mendesak ada realisasi pembangunan dan penanganan harus segera dilaksanakan secepat mungkin.
"Saya menekankan agar hal ini ditindak secara serius dan cepat! karena rawan akan bencana alam (longsor) sebeb diterjang lupaan air yang ekstrim.
Ketua Karang unit Desa Nagrak berharap pemerintah dapat lebih peduli terhadap kondisi sungai serta melindungi masyarakat dari potensi longsor dan bencana di kemudian hari. (Redl*)




