Notification

×

Iklan

Iklan

Tetap Bertahan, Inilah Tren Restorasi Motor Jadul

2/06/2021 | Februari 06, 2021 WIB Last Updated 2021-02-07T14:45:40Z
Mojul cianjur
Berjejer motor jadul (jaman dulu) sudah direstorasi milik warga di Kecamatan Naringgul, (Foto: Rdk/ SignalCianjur)

SIGNALCIANJUR.com-
Komunitas pecinta motor jadul (jaman dulu), di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terus menyebar disukai di bidang otomotif, menjadi tren restorasi motor tidak pernah surut hingga kini.

Edi (35) alias Begod seorang montir warga Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur mengatakan, motor jadul atau motor tua kian banyak diminati. Nah, tren retro merupakan untuk menunjukkan budaya sudah lama ada sebetulnya, dan sudah direstorasi.

"Menggambarkan tren dikenal dari masa lalu hingga kini masih eksis," akunya, Sabtu (6/2/2021).

Motor jadul sudah direstorasi, objek saja berganti-ganti. Contohnya seperti tren restorasi bebek retro, saat ini masih bertahan ramai beberapa tahun ke belakang. Diantaranya Honda Grand, Astera Star, Astrea Prima. Bahkan masih ada Honda Bebek 70, dan Win dan lainnya.

Edi mengungkap, awalnya sih? Hanya iseng-iseng saja beli motor tua. Dulu Astrea Honda Grand sudah terlupakan dan hampir punah. Tadinya untuk pakai sendiri buat sehari-hari, karena melihat teman di Bandung bikin restorasi motor tua.

"Itu pada bagus-bagus, nah tidak tahunya banyak mau bikin restorasi daur ulang jadul," bilangnya, saat ditemui di bengkel restorasi.

Masih ujar Edi, seperti di Kecamatan Naringgul, sudah mulai ramai memiliki motor jadul. Hampir setiap bulan ada mau restorasi motor tua, rata-rata Merk Honda Astrea Grand.

Dia menambahkan, kalau untuk hasil cat tidak kalah sama bikinan pabrik. Karena untuk bahan cat, pakai bahan cat yang berkualitas.

"Kalau alat kita mengunakan alat seadanya, tidak pakai open cukup pakai sinar matahari saja," ucap montir restorasi motor tua.

Sementara itu, Eno (45) pecinta restorasi motor jadul membenarkan, dirinya pemilik motor Honda Astrea Prima sekaligus pemilik toko onderdil. 

"Motor jadul menurut saya pribadi motor yang sudah terlupakan, tapi masih tetap eksis jadi tren saat ini tetap bertahan," katanya.

Dia menuturkan, tujuannya ingin melestarikan budaya, kendaraan yang sudah lawas. Karena, di Kecemasan Naringgul motor tua sudah hampir musnah atau terlupakan dengan keberadaan motor model baru.

"Saya restorasi motor Honda Astrea Prima tahun 1989, supaya jadi original. Dan, memang tadinya iseng saja sambilan buka toko onderdil," katanya.

Terakhir, Eno menambahkan, jujur saja. Kalau butuh onderdil motor jadul alat susah, artinya harus inden dulu atau pesan dulu. Sebab onderdil juga kalau di toko jarang.

"Karena jarang ada menanyakan dan harganya cukup lumayan tinggi," pungkasnya.(Wr2)
×
Berita Terbaru Update