![]() |
| ITB bersama DTPHP Cianjur audensi bahas penguatan pertanian. (Foto: Ist) |
SIGNALCIANJUR.COM– Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur menerima audiensi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung (FITB ITB), Senin (2/11/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan data pertanian sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan daerah.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program PPMI 2026 ini mengangkat kajian mengenai dinamika perubahan tutupan lahan sawah di Indonesia, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta dampak variabilitas iklim terhadap proyeksi ketersediaan pangan.
Audiensi tersebut, kedua pihak berdiskusi dan bertukar informasi mengenai data historis kejadian banjir dan kekeringan di Kabupaten Cianjur, dampaknya terhadap lahan pertanian, serta perkembangan produksi padi.
Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala DTPHP Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar, menjelaskan bahwa ketersediaan data pertanian yang akurat dan berkelanjutan sangat penting sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan dan perencanaan pembangunan sektor pertanian.
Menurutnya, informasi mengenai perubahan luas lahan sawah, kondisi iklim, bencana banjir dan kekeringan, hingga perkembangan produksi padi menjadi bagian penting dalam memetakan potensi sekaligus tantangan pertanian di Kabupaten Cianjur.
"Melalui pertukaran data dan informasi dengan kalangan akademisi," katanya.
Masih ujarnya, kajian yang dilakukan dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai kondisi pertanian Cianjur, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan dan kebijakan pembangunan pertanian," jelasnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat.
"Khususnya dalam pengembangan kajian berbasis data dan ilmu pengetahuan,"tambah Wahyu.
Ia mengatakan pengelolaan sektor pertanian di Kabupaten Cianjur diharapkan semakin terarah, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu menjaga produktivitas lahan pertanian.
"Hal ini guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani," pungkasnya. (Red/*)
