Notification

×

Iklan

Iklan

Rekrutmen Pegawai SPPG Sindanglaka Disorot! Warga Harap Prioritaskan SDM Lokal, Pihak SPPG Jelaskan Hal Ini

6/19/2026 | Juni 19, 2026 WIB Last Updated 2026-06-19T12:20:43Z
SPPG 2 Sindanglaka, Karangtengah. ) Foto: SignalCianjur)

SIGNALCIANJUR.COM– Proses rekrutmen pegawai pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sindanglaka menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat. Warga berharap program nasional tersebut tidak hanya memberikan manfaat pemenuhan gizi bagi penerima manfaat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Ketua Karang Taruna Desa Sindanglaka, Jajang, mengatakan pihaknya pada prinsipnya mendukung penuh pelaksanaan Program MBG. Namun, ia menilai tenaga kerja di luar struktur inti SPPG, seperti pegawai operasional, asisten lapangan, tenaga administrasi, hingga posisi lain yang memungkinkan, seharusnya dapat melibatkan masyarakat setempat sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang berlaku.

"Program SPPG dalam MBG ini seharusnya dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Karena itu, penyelenggara diharapkan kooperatif terhadap masyarakat lokal," ujarnya, kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Menurut Jajang, pihaknya menerima sejumlah aduan dari warga melalui beberapa ketua RT terkait lamaran pekerjaan yang diduga tidak mendapatkan respons. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai mekanisme rekrutmen yang diterapkan.

Senada dengan itu, Pemerintah Desa Sindanglaka berharap pengelola SPPG lebih proaktif dalam memberikan kesempatan kerja kepada warga sekitar.

Selain membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, keterlibatan warga lokal dinilai dapat mendukung kelancaran operasional karena mereka lebih memahami kondisi wilayah dan lingkungan setempat.

"Warga sekitar tentu lebih mengenal lokasi, sekolah, posyandu, dan lingkungan desa. Artinya mereka lebih dekat dan memahami kondisi masyarakat," ungkapnya.

Kini, Pemerintah desa (Pemdes) berharap ada penjelasan terbuka terkait alasan minimnya keterlibatan warga lokal dalam pengisian sumber daya manusia (SDM) di SPPG.

Sementara itu, Ketua LPM Desa Sindanglaka, Sopian mengatakan, selain persoalan rekrutmen tenaga kerja, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Sindanglaka, Sopian Saori, juga menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan di sekitar operasional SPPG. Ia meminta agar persoalan sampah, limbah, serta sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mendapat perhatian serius.

Menurut Sopian, pengelolaan limbah harus dilakukan sesuai standar agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun warga sekitar.

"Harus steril dan jangan sampai menimbulkan bau tidak sedap yang merugikan lingkungan," tegasnya.


Ia juga menekankan bahwa proses rekrutmen pegawai harus dilakukan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku. Dengan demikian, keberadaan SPPG tidak hanya mendukung program pemenuhan gizi nasional.

"Namun juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar," pintanya.

Ketua LPM Sindanglaka menambahkan masyarakat berharap seluruh pihak dapat duduk bersama untuk membahas berbagai persoalan yang muncul, sehingga pelaksanaan Program MBG melalui SPPG di Desa Sindanglaka dapat berjalan optimal, kondusif, dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

'Bisa adil dan merata untuk penerimaan SDM warga lokal sini. Begitu," tutup Sopian.

Kemudian, soal perihal penanganan sampai, awal dikerjakan oleh ketua RT 01/RW 01, karena tidak ada lahan buat penampungan pihak RT.01/RW.01 menyerahkan kembali kepada pihak SPPG.

"Nah! Akhirnya pihak SPPG minta bantuan warga RT 04/RW 03 yang bersedia ngurusin sampah," kata Icha.


Terpisah, Asisten Lapangan (Aslap) SPPG 2 Sindanglaka, Icha penjelasan, bahwa, pada saat rekrutmen awal SPPG Sindanglaka berdiri sudah memberikan kesempatan kepada RT setempat perihal lowongan kerja tersebut .

"Nah! Hal itu berdasarkan data lamaran yang masuk ada 4 berkas, 2 orang memenuhi datang memenuhi panggilan sisanya tidak datang," jelasnya saat ditemui, Jumat (19/6/2026).

Masih ujarnya, yang datang setelah diwawancara kurang berminat kerja di dapur. Jadi dari pihak SPPG sudah memberikan kesempatan kerja tersebut. 

"Sebagai tambahan informasi hampir 80 persen jumlah relawan yang bekerja adalah warga setempat," terang Icha.

Ia juga menyampaikan yang di luar warga setempat hanya beberapa orang, salah satunya adalah head chef, karena harus orang yang ahli di bidang masing-masing.

Icha menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan audiensi dan musyawarah bersama para pihak guna mencari solusi terbaik. 

Ia berharap seluruh unsur, mulai dari masyarakat, Karang Taruna, pemerintah desa, hingga pengelola SPPG dapat membangun sinergi yang baik.

Ia menambahkan kalau dirasa kurang jelas, tentunya kami menunggu komunikasi dan kordinasi lebih lanjut dengan pihak karang taruna dan warga setempat. 

"Intinya dari pihak SPPG siap menerima saran atau masukan dari warga setempat," bener Icha. (Red/*)
×
Berita Terbaru Update