Boboko Persib Distrik Cianjur: Rivalitas Sepak Bola Tetap Jaga Nilai Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh
Dalam narasi tersebut, “Naga” dimaknai sebagai simbol kekuatan, mental juara, dan ketangguhan Persib Bandung sebagai tim pemenang, Minggu (20/5/2026).
Sementara istilah “Cacing” lebih dipahami sebagai bentuk sindiran terhadap rival yang dinilai belum mampu menyamai level permainan dan konsistensi Persib di kompetisi.
Sekretaris Jenderal Boboko Persib Distrik Cianjur, Dede Pirmansah, menyampaikan bahwa semangat dukungan kepada Persib harus tetap mengedepankan budaya Sunda yang sarat nilai persaudaraan dan kedewasaan.
“Boboko Persib memiliki semangat silih asah, silih asih, silih asuh yang berarti saling mencerdaskan, saling mengasihi, dan saling membimbing," kata Sekjen Boboko Persib Distrik Cianjur.
Nilai ini, masih diungkapkan dia, menjadi dasar membangun solidaritas, kepedulian, serta kekompakan dalam mendukung Persib Bandung.
'Jaga solidaritas tetap solid,"
tutup Sekjen Boboko Persib Distrik
Rivalitas Sepak Bola Tetap Jaga Nilai Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh
Cianjur, Dede Pirmansah.
Sementara itu, Bendahara Boboko Persib Distrik Cianjur Om.Vance mengatakan rivalitas dalam sepak bola merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari dinamika kompetisi.
"Namun, masih dikatakan dia, seluruh suporter diharapkan tetap menjaga sportivitas, persatuan, serta tidak menjadikan perbedaan dukungan sebagai sumber perpecahan," katanya.
Boboko Persib Distrik Cianjur juga, Bendahara Boboko Persib Distrik Cianjur mengajak seluruh pendukung Persib untuk terus menunjukkan citra suporter yang dewasa, kreatif, solid, dan menjunjung tinggi budaya Sunda.
"Artinya dalam setiap bentuk dukungan kepada tim kebanggaan Jawa Barat tersebut," pungkasnya. (Red/*)





