SIGNALCIANJUR— Hujan deras yang mengguyur di Kabupaten Cianjur, disertai petir, mengakibatkan pemadaman listrik pihak PLN, sekitar pukul 18,25 WIB, Senin, 12/3/1026) malam.
Informasi diterima dari warga Cianjur, pemadaman terjadi sekitar pukul 18.20 WIB, tepat saat masyarakat tengah beraktivitas, dan baru kembali normal sekitar pukul 22.30 WIB.
"Ya! Ada empat jam lebih sekiranya," diakui Budi (45) warga setempat kepada wartawan.
Sejumlah kawasan terdampak di antaranya Jalan Siliwangi, akses jalan penghubung dua desa, serta area Pasar Hayam yang dilaporkan mengalami mati listrik total.
"Ada juga beberapa titik lokasi lainn. Mungkin ada dugaan gangguan dari pihak PLN soal gardu," ucap dia dibenarkan, Dadang (47) warga lainnya.
Masih ujarnya, Kondisi ini memicu dikeluhan warga karena menghambat berbagai aktivitas, khususnya bagi pekerja di sektor digital, jurnalis.
"Nah! Tentu pada pelaku usaha online yang sangat berntung pada listrik dan koneksi internet," aku Intan (40) seorang ibu rumah tangga.
Terpantau, malam itu tengah terlihat gelapnya kawasan, hanya terlihat lampu kendaraan bermotor dan mobil yang melintas. Beberapa supermarket yang memiliki genset cadangan masih dapat beroperasi dengan penerangan terbatas, sementara sebagian besar aktivitas masyarakat terhenti.
Namun, sementara itu hingga berita ini disampaikan, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti pemadaman.
Bahkan, upaya konfirmasi yang dilakukan juga belum mendapatkan respons atau penjelasan mengenai adanya gangguan atau kerusakan pada jaringan listrik.
'Saat dikonfirmasi langsung awak media melalui via WhatsApp (WA) dibaca atau tersampaikan pesan. Tapi sms centang satu," ujar Budi.
Ia menambahkan warga berharap adanya transparansi informasi serta respons cepat dari pihak terkait, terutama dalam memberikan penjelasan penyebab gangguan dan langkah penanganan yang dilakukan.
"Hal ini dinilai penting mengingat meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap listrik dalam mendukung aktivitas ekonomi dan digital sehari-hari," pungkasnya. (Red/*)


