![]() |
| Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (AMAR) Cianjur. (Foto: SignalCianjur) |
SIGNALCIANJUR— Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (AMAR) menyoroti minimnya keterlibatan masyarakat sipil, LSM, dan mahasiswa dalam struktur Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Cianjur.
Menurut AMAR, program berskala besar seperti MBG tidak seharusnya dikelola secara eksklusif oleh pemerintah tanpa adanya partisipasi publik yang kuat.
"Ketiadaan unsur independen dinilai berpotensi membuka ruang terjadinya penyimpangan, ketidaktepatan sasaran, hingga praktik yang merugikan masyarakat," tegas Adi Saputra alias Kang Otong, kepada awak media melalui keterangan tertulisnya, Kamis (9/4/2026).
AMAR menilai bahwa keterbukaan menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik. Satgas yang berjalan tanpa transparansi berisiko menimbulkan kecurigaan, sementara program yang tidak melibatkan masyarakat dapat kehilangan legitimasi.
Perwakilan AMAR, Adi Saputra, menegaskan pentingnya keterlibatan publik dalam seluruh tahapan program.
“Jika pemerintah daerah serius ingin menjadikan MBG sebagai solusi, maka rakyat harus dilibatkan," ujar dia.
Masih ujarnya, transparansi dan partisipasi adalah syarat utama agar program ini tepat sasaran dan berpihak pada masyarakat.
Sebagai bentuk sikap, AMAR menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah, yaitu membuka ruang resmi bagi masyarakat sipil, LSM, dan mahasiswa dalam struktur Satgas, menjamin transparansi dalam perencanaan hingga evaluasi program.
Ia menambahkan menghadirkan mekanisme pengawasan independen yang melibatkan publik secara langsung.
AMAR menegaskan bahwa tanpa keterlibatan masyarakat.
"Artinya kepercayaan publik terhadap program pemerintah akan sulit terbangun," pungkasnya Kang Otong. (Red/)




