![]() |
| Pasca kebakaran, puluhan warga mengungsi di Masjid, di Desa Cipendawa, Cipanas, Cianjur. (Foto: SignalCianjur) |
SIGNALCIANJUR.COM- Pasca kebakaran yang menghanguskan sekitar 12 rumah warga (KK) di Kampung Pasekon, RT 3/17, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, pukul 05.17 WIB, puluhan warga diungsikan di Masjid, rumah kontrakan dan mendirikan tenda darurat, Sabtu (28/3/2016).
Kepala Desa (Kades) Cipanas, Muhammad Agus Saputra membenarkan korban terdampak merupakan warga setempat, termasuk keluarga dengan anak-anak usia sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA hingga mahasiswa.
"Terdapat tiga korban luka, dua di antaranya mengalami luka bakar dan satu korban mengalami luka akibat tertimpa benda keras," katanya, saat dikonfirmasi langsung awak media Minggu (29/3/2026).
Sementara itu, masih dikatakan dia, kejadian kebakaran terjadi baru-baru ini, waktu kejadian dalam proses pendataan lebih lanjut oleh pihak berwenang, dan warga diungsikan di tempat terdekat lebih, biar lebih aman yang bisa terpantau yaitu masuk wilayah Desa Cipendawa.
"Peristiwa terjadi di kawasan permukiman warga di Cipanas. Saat ini para korban diungsikan sementara di masjid setempat," ungkap Agus.
Ia menyampaikan kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik di salah satu rumah warga, yang kemudian menyebar dengan cepat karena sebagian besar bangunan menggunakan material kayu dan bambu, terutama di bagian lantai dua.
"Api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Warga bersama pihak terkait segera melakukan evakuasi," ujarnya.
Pasca kejadian, masih diungkapkan dia, pemerintah desa bergerak cepat dengan mendirikan posko darurat dan tenda pengungsian, serta menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik para korban.
"Terdampak mencapai 12 rumah ada 51 korban jiwa kurang lebuh jumlah 21 Kepala Keluarga (KK)" terang Kades Cipanas.
Selain itu, Kades Cipanas juga mengatakan perhatian khusus diberikan kepada anak-anak agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Pihak desa berencana menyalurkan bantuan berupa pakaian, seragam sekolah, buku, dan alat tulis dalam waktu dekat agar kegiatan belajar tetap berjalan.
"Korban luka telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit (RS) Cimacan, dan kondisi mereka terus dipantau," tuturnya.
Kades Cipanas juga menyampaikan api dengan cepat menyebar karena sebagian besar rumah, khususnya bagian lantai dua, menggunakan material kayu dan bambu.
"Total terdapat sekitar 12 rumah yang terdampak dalam kejadian ini," ucapnya.
Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis, khususnya korban luka bakar yang saat ini dirawat di RS Cimacan.
"Diharapkan kondisi korban segera membaik dan dapat kembali pulih," harap Kades Cipanas.
Diketahui, pantauan di lokasi, warga terdampak saat ini diungsikan sementara di masjid setempat, sementara pihak desa telah mendirikan tenda darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, termasuk penyediaan dapur umum.
Perhatian utama saat ini difokuskan pada anak-anak, terutama yang masih bersekolah.
Pemerintah desa memastikan bahwa kegiatan belajar tetap berjalan, dan anak-anak diharapkan tetap masuk sekolah mulai hari Senin dan Selasa. Untuk mendukung hal tersebut, dalam waktu dekat akan disalurkan bantuan berupa pakaian, seragam sekolah, buku, alat tulis, serta kebutuhan pendidikan lainnya.
"Kami memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar para korban diberikan kekuatan, serta proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar," tutup M. Agus Saputra.
Terpisah, Kanit Damkar 3 Cipanas, Yanto mengatakan kronologi Kejadian kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 05.17 WIB. Petugas pemadam kebakaran segera merespons laporan tersebut dan tiba di lokasi dalam waktu 5 menit.
"Nah! Itu tepatnya pukul 05.22 WIB, dengan jarak tempuh sekitar 2,9 kilometer," jelasnya kepada awak media.
Ia menyampaikan proses pemadaman dan penanganan berlangsung selama kurang lebih 4 jam hingga api berhasil dikendalikan.
"Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 300 meter persegi. Beberapa rumah di sekitar lokasi berhasil diselamatkan sehingga api tidak meluas lebih jauh," ungkap Yanto.
Masih ujarnya, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini, namun dilaporkan terdapat 2 orang mengalami luka-luka. Kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp2.533.000.000.
"Penyebab kebakaran berdasarkan hasil sementara, kebakaran diduga disebabkan oleh kebocoran gas rumah tangga," akunya Yanto.
Diketahui, sebanyak 25 personel gabungan dari berbagai wilayah manajemen kebakaran (WMK) dikerahkan, didukung oleh 4 unit kendaraan pemadam kebakaran. Selain itu, penanganan juga melibatkan unsur pendukung lainnya, yaitu Redkar 15 orang, Destana Cipanas, anggota TNI-Polri yang dibantu Tagana.
Tim Ambulans dan tenaga medis
Petugas melakukan pemadaman, isolasi titik api, serta proses pendinginan untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.
Kondisi Terkini, lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan terkendali. Petugas masih melakukan proses pendinginan serta pendataan lanjutan terhadap dampak kebakaran.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
"Khususnya yang berkaitan dengan penggunaan gas rumah tangga," ujar Yanto , dibenarkan Operator Damkar Regu 3 Cipanas, Maman Sudirman.
Masih diungkapkan dia, masyarakat diharapkan rutin memeriksa instalasi gas, regulator, dan selang, serta memastikan penggunaan peralatan yang sesuai standar keselamatan.
Ia menambahkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cianjur mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam proses penanganan kejadian ini.
"Sinergi dan kepedulian bersama menjadi kunci dalam meminimalisir dampak kebakaran serta menjaga keselamatan lingkungan," pungkasnya. (Red/*)





