Notification

×

Iklan

Iklan

Terbengkalai, Warga Cidaun Dambakan Pembangunan Jembatan di Sungai Cimaragang

7/23/2021 | 08:24 WIB Last Updated 2021-07-23T01:28:47Z
Kondisi jembatan di sungai Cimaragang, Cidaun, Cianjur Selatan (Cisel). (Foto: Desi Amelia Putri/ SignalCianjur)



SIGNALCIANJUR.COM- Sungai Cimaragang merupakan bagian jalan induk bagi aktifitas melewati semua warga pedalaman di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.

Sungai tersebut tepatnya di batas Kampung Cisiluman penghubung Desa Cimaragang, Desa Cibuluh ke Desa Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun.

"Miris, sampai saat ini kondisi masih terbengkalai. Artinya, akses lalu lalang kendaraan melintas melalui jembatan masih terbuat dari bambu," kata Kades Gelarpawitan Heri Kuswanto, kepada SignalCianjur, Jumat (23/7/2021).

Dia mengatakan, merasakan prihatin di masa pandemi saat ini, menjadi dampak keluhaan mengandung arti bahwa setiap kebijakan semua pihak pemerintah yang akan diambil, berkaitan dengan pembangunan harus tertuju pada tahapan pembangunan merata.

"Prioritas diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat, agar hasil pembangunan benar-benar dapat dirasakan," ujar Heri.

Kades Gelarpawitan menuturkan, sehingga pada akhirnya dapat berdampak kepada perbaikan dan peningkatan tarap hidup upaya ekonomi masyarakat bisa lancar.

"Kami berharap apabila dibangun jembatan layak dan kuat, maka akses perekonomian, pendidikan, sosial budaya dan masyarakat semakin mudah serta bisa membawa kemajuan bagi semua aktifitas," terang Heri.

Kades Gelarpawitan menambahkan, masyarakat sudah memaklumi serta sabar menunggu bantuan pembangunan jembatan tersebut, sesuai diajukan.
Agar segera terealisasikan secepatnya.

"Nah, sehingga masa pandemi serba sudah ini segera sirna. Agar segala hal kegiatan kita semua biasa normal kembali," pungkasnya.

Terpisah, Dadang Romansyah (52) warga setempat membenarkan, sementara mobil hanya bisa melewati jalan pintas ke sungai Cimaragang, apabila di musim kemarau. Adapun proses pembuatan jalan pintas untuk lewat mobil, itu sesuai keputusan musyawarah.

Masih ujarnya, semua pihak di lingkungan telah disetujui bersama terpaksa melewati sungai serta kena lahan sawah tiga orang warga.

"Sehingga diberikan penggantian sebesar Rp. 1.500.000 per panen oleh pihak Pemdes Gelarpawitan," katanya.

Kemudian, dibentuknya penjaga portal. Masih papar Dadang, guna menerima sumbangan se ikhlasnya dari pengguna jalan melintas. Adapun hasil dari sumbangan tiap hari dikumpulkan, digunakan biaya persiapan rehabilitasi jembatan bambu.


Sementara itu, Sumarna (58) warga lainnya mengatakan, pembangunan jembatan bambu tersebut dikerjakan oleh warga Kampung Datar Bolang serta dibantu pengadaan bahan oleh warga Cisiluman. 

Seorang warga Kampung Cisiluman ini menambahkan, bahwa kronologis tentang jembatan, awalnya dibangun oleh pemerintah dengan kontruksi gelagar besi panjang jembatan 24 meter dan lebar 2,5 sentimeter. Itu ketinggian dari permukaan air sungai enam meter. Tapi ditahun 2019 terjadi adanya musim hujan, sehingga debit air sungai sering meluap.

"Maka tiang sambungan besi IWF-nya disapu air besar," ujar dan tandas Sumarna. (Mey)
×
Berita Terbaru Update