![]() |
| Bukber, PC Kodrat Cianjur perkuat silaturahmi. (Foto: SignalCianjur) |
SIGNALCIANJUR– Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pengurus Cabang (PC) Keluarga Besar Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kabupaten Cianjur, buka bersama (Bukber) penuh khidmat dan kebersamaan, di Jalanan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Sawahgede, di salah satu cafe di Kecamatan Cianjur kota, Senin (2/3/2026).
Diketahui, kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antar pengurus, pelatih, atlet (pekat), serta membahas berbagai isu lintas sektoral demi kemajuan organisasi dan pembinaan olahraga Tarung Derajat di Kabupaten Cianjur.
Ketua Pengurus Satlat Tarung Derajat Sindanglaka, Kang Sopian menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum refleksi diri dan penguatan karakter.
"Tarung Derajat sebagai olahraga bela diri asli Indonesia tidak hanya menekankan kekuatan fisik dan teknik, tetapi juga pembentukan mental, disiplin, dan akhlak," katanya, saat dikonfirmasi langsung awak media, sore.
Ia juga menyampaikan melalui momentum Ramadan ini, kami mengajak seluruh atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan kualitas latihan .
"Secara lebih serius, terarah, dan berkelanjutan," ajak dan harap Kang Sopian.
Jadilah dirimu sendiri dengan karakter yang kuat, percaya diri, dan berintegritas. Namun yang paling utama, kita wajib kembali kepada akhlak, sebagaimana nasihat dan moto Tarung Derajat yang menjunjung tinggi kehormatan, keberanian, dan tanggung jawab.
Dalam diskusi lintas sektoral yang digelar usai buka bersama, dibahas pula pentingnya sinergi antara organisasi, pelatih, atlet, orang tua, serta dukungan dari berbagai pihak.
"Hal ini guna menciptakan ekosistem pembinaan yang sehat dan berprestasi," katanya.
Evaluasi program latihan, masih ujarnya, peningkatan disiplin, serta pembinaan mental spiritual menjadi fokus utama pembahasan.
Bahkan, terlihat saat musyawarah tersebut salah satu pelatih menyampaikan komentar dan motivasinya kepada para atlet
Maaih ujarnya, prestasi tidak lahir secara instan. Dibutuhkan latihan yang konsisten, kesungguhan, dan mental yang kuat. Namun sehebat apa pun kemampuan teknik kita, tanpa akhlak yang baik, semua itu tidak akan bermakna.
"Kami berharap para atlet mampu menjaga sikap, rendah hati, hormat kepada pelatih dan orang tua, serta menjaga nama baik organisasi di mana pun berada," pungkas Kang Sopian.
PC Kodrat Kabupaten Cianjur juga mengajak seluruh atlet untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
Disiplin waktu latihan, komitmen terhadap program pembinaan, serta menjaga perilaku di lingkungan sosial dan media sosial menjadi bagian dari tanggung jawab moral seorang atlet Tarung Derajat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun semangat baru dalam tubuh organisasi, khususnya dalam menghadapi berbagai agenda kejuaraan dan program pembinaan ke depan.
Kebersamaan yang terjalin dalam suasana buka bersama menjadi simbol kekompakan dan soliditas keluarga besar Tarung Derajat di Kabupaten Cianjur.
Sebagai penutup, PC Kodrat Kabupaten Cianjur menyampaikan himbauan kepada seluruh anggota untuk terus menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
"Jadikanlah akhlak sebagai pondasi utama dalam setiap langkah perjuangan," ajakan Kang Sopian.
Sementara itu, Guru Satlat Tarung Derajat Sindanglaka, Agus Pipit mengatakan Tarung Derajat bukan hanya tentang bertarung di arena, tetapi tentang bagaimana mampu menaklukkan diri sendiri, memperbaiki akhlak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengatakan semangat Ramadan 1447 Hijriah ini , harus optimistis mencetak atlet-atlet berprestasi tidak hanya tangguh secara fisik,
"Tetapi juga mulia dalam akhlak dan kepribadian," tegas Guru Agus Pipit.
Rangkaian kegiatan buka bersama PC Keluarga Besar Tarung Derajat (Kodrat) Kabupaten Cianjur, turut disampaikan komentar dan penegasan dari Guru Pipit serta Ketua Satlat Tarung Derajat Sindanglaka, Sopian juga para pelatih lainnya di berbagai Satuan Latihan (Satlat) se-Kabupaten Cianjur.
Guru Pipit dalam arahannya juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan konsistensi dalam berlatih sebagai kunci utama meraih prestasi. Rajin dan disiplin dalam berlatih adalah fondasi utama seorang atlet. Tidak ada keberhasilan tanpa proses yang sungguh-sungguh.
" Latihan bukan hanya soal fisik, tetapi juga membangun mental, karakter, dan akhlak," jelasnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa setiap atlet harus memiliki tujuan yang jelas dan semangat yang sama dalam membawa nama baik satuan latihan (Satlat) maupun organisasi secara keseluruhan.
"Bila ingin berprestasi di berbagai event, maka kita harus mempersiapkan diri dengan serius sejak sekarang," tandas Guru Agus Pipit. (Red/*)






