![]() |
| SMAN 1 Sindangbarang, Kabupaten Cianjur (Foto: Istimewa) |
SIGNALCIANJUR.COM - Dugaan penyelewengan dana PIP SMAN 1 Sindangbarang, Kabupaten Cianjur semakin menguat setelah muncul keterangan dari orang tua siswa, memicu alias muncul kecurigaan.
Mamat (60) mengakui seorang warga setempat juga keluarga siswa penerima PIP aspirasi 2021, mendapat informasi dari lingkungan sekolah yang dinilai mencurigakan.
"Saya mau bayar asal jangan diramaikan. Begitu," ujarnya.
Maka itu , masih ujarnya, karena urusan uang yang besar mah ke kepala sekolah lama saja.
Masih ujarnya, pernyataan tersebut dinilai mengindikasikan adanya persoalan serius dalam pengelolaan dana PIP aspirasi 2021.
"Nah! Selain itu serta memunculkan dugaan kuat ketiadaan transparansi dan akuntabilitas," tandas Mamat.
Kalau siswa tidak menerima dana sama sekali, ini jelas melanggar kebijakan pemerintah dan perintah Presiden," kata Didi (50) salah satu orang tua siswa SMAN 1 Sindangbarang.
Ia juga mendesak audit lakukan penyelidikan Aparat Penegak Hukum (APH), atas dugaan tersebut, para orang tua siswa mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur.
"Ya! Minta APH untuk segera melakukan audit," pinta Mamat.
Sementara itu, Didi (50) warga lainnya mengaku sangat kecewa dan menyesalkan dugaan tidak disalurkannya dana PIP Aspirasi 2021 tersebut, termasuk kepada anaknya sendiri.
"Saya benar-benar kecewa," akunya kepada awak media, Rabu (7/1/2026).
Masih ujarnya, dana PIP aspirasi 2021 itu hak anak sekolah. Tapi kenyataannya, anak saya dan ratusan siswa lain tidak menerima apa-apa. Nah! Apabila benar dana tersebut tidak diberikan kepada siswa. maka hal itu bertentangan langsung dengan tujuan program PIP.
"Uang itu untuk pendidikan anak, bukan untuk kepentingan lain," tutup Didi.
Terpisah, tapi sayangnya viral di medsos soal dugaan penyelewengan dana PIP tersebut, pihak sekolah belum dapat memberi klarifikasi atau jawaban secara detail.
Informasi yang viral di medsos, dikutip awak media tersebut, pihak SMA Negeri 1 Sindangbarang, Kabupaten Cianjur masih belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut, kepada awak media.
Kini, awak media masih berupaya menghubungi pihak sekolah dan instansi terkait, hal itu guna memperoleh klarifikasi sebagai bentuk keberimbangan informasi. (Red/*)



