Notification

×

Iklan

Iklan

Dana PIP SMAN 1 Sindangbarang Cianjur tak Cair, Orang Tua Siswa: Diduga Bertentangan Instruksi Presiden

1/07/2026 | Januari 07, 2026 WIB Last Updated 2026-01-07T12:44:06Z

ILUSTRASI - Dana PIP yang tidak disalurkan. (Foto: Istimewa)

SIGNALCIANJUR.COM- Dugaan tidak disalurkannya bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi ini dinilai bertentangan langsung dengan kebijakan pemerintah pusat yaitu Presiden RI.

Hal tersebut diungkapkan Didi (50) salah satu pemerhati pendidikan dan sosial warga Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, kepada awak media, Rabu (7/1/2026).

Informasi penting, bahwa Presiden RI secara tegas telah menyatakan bahwa dana PIP wajib disalurkan penuh kepada siswa dan dilarang dipotong, ditahan.

"Nah! Maupun dialihkan dalam bentuk apa pun," katanya.

Didi juga mengatakan bila siswa tidak menerima dana sama sekali, ini jelas melanggar kebijakan pemerintah dan perintah Presiden RI. Dana bantuan pendidikan yang seharusnya diterima 474 siswa kepada SMAN 1 Sindangbarang dengan total anggaran mencapai Rp392.500.000 diduga tidak disalurkan.

"Ya! Artinya alias tidak dikucurkan sama sekali kepada para penerima manfaat," tegas Didi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, meskipun dana PIP tersebut tercatat telah dicairkan, ratusan siswa yang namanya terdaftar sebagai penerima tidak pernah menerima dana, baik secara tunai maupun melalui transfer ke rekening siswa.

"Bahwa siswa disebut tidak menerima dana PIP sama sekali. Nah! Hal itu pengakuannya," papar Didi.

Tapi sayangnya viral di medsos, soal dugaan penyelewengan dana PIP tersebut, pihak sekolah belum dapat memberi klarifikasi atau jawaban secara detail.

Informasi yang viral di medsos, dikutip awak media tersebut, pihak SMA Negeri 1 Sindangbarang, Kabupaten Cianjur masih belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut, kepada awak media.

Kini, awak media masih berupaya menghubungi pihak sekolah dan instansi terkait, hal itu guna memperoleh klarifikasi sebagai bentuk keberimbangan informasi.

Masih ujarnya, sejumlah orang tua siswa mengungkapkan bahwa anak-anak mereka tidak pernah menerima bantuan PIP dalam bentuk apa pun. Bukan dipotong, tapi memang tidak menerima sama sekali. 

"Uangnya tidak pernah diberikan ke siswa," tegas Didi.

Ia menambahkan kondisi ini memicu keresahan serius di kalangan orang tua siswa, mengingat PIP merupakan program nasional yang ditujukan untuk membantu kebutuhan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu.

"Nah! Ini merasa miris dan kasihan siswa yang memang tak mampu," pungkas Didi.

Sementara itu, Mamat (60) salah satu orang tua siswa. mengaku sangat kecewa merasa dirugikan menyesalkan dugaan tidak disalurkannya dana PIP aspirasi 2021 tersebut, termasuk kepada anaknya sendiri.

"Saya benar-benar kecewa," akunya kepada awak media, Rabu (7/1/2026).

Masih ujarnya, dana PIP aspirasi 2021 itu hak anak sekolah. Tapi kenyataannya, anak saya dan ratusan siswa lain tidak menerima apa-apa. Apabila benar dana tersebut tidak diberikan kepada siswa, maka hal itu bertentangan langsung dengan tujuan program PIP.

"Uang itu untuk pendidikan anak, bukan untuk kepentingan lain," keluh Mamat 

Ia juga mengatakan intinya secara menyeluruh penyelidikan serius terhadap pengelolaan dana PIP, dan orang tua siswa berharap persoalan ini diusut secara transparan dan akuntabel.

"Upaya untuk melindungi hak siswa serta mencegah terulangnya dugaan penyimpangan dana," tutup Mamat.

Ia menambahkan artinya bantuan pendidikan di masa mendatang jangan sampai terulang kembali. (Red/*)






×
Berita Terbaru Update