![]() |
| Pedagang sayuran warga Cianjur yang keluhan harga kenaikan kebutuhan pokok. (Foto: SignalCianjur) |
SIGNALCIANJU.COM– Dampak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) adanya DPPG, kenaikan harga sejumlah bahan pangan dikeluhkan para pedagang sayuran yang mangkal di Kampung Warungkiara, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.
Informasi diterima dari pedagang, selain membuat modal usaha semakin besar, kondisi tersebut juga berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.
Dua pedagang sayuran, Amad (54) dan Uloh (53), mengaku harga beberapa komoditas mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Informasi, untuk harga ayam yang sebelumnya sekitar Rp35.000 per kilogram kini mencapai Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, harga jagung naik menjadi sekitar Rp15.000 per kilogram dan timun dari Rp10.000 menjadi Rp18.000 per kilogram.
Menurut keduanya, kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis sayuran sehingga menyulitkan pedagang maupun pembeli.
"Menilai kondisi tersebut tidak terduga dan berharap harga kebutuhan pokok segera kembali stabil agar lebih terjangkau bagi masyarakat," harap Ahmad.
Hal sama masih diakui dia, tidak hanya menghadapi kenaikan harga, mereka juga mengeluhkan penurunan jumlah pembeli.
"Bila sebelumnya dagangan sering habis terjual, kini konsumen jauh berkurang sehingga omzet terus menurun,"diakui dia pedagang sayuran.
Mereka juga mengungkapkan, modal harian yang dikeluarkan sekitar Rp700.000 tidak selalu kembali. Bahkan, hasil penjualan terkadang hanya mencapai Rp500.000 atau kurang.
"Sehingga pedagang harus menanggung kerugian dan tidak memperoleh keuntungan," ujar Ahmad dan Uloh.
Ia menambahkan kondisi ini cukup memberatkan. Dan, berharap harga bahan pangan bisa segera turun. Saat ini harga serba naik hampir semuanya.
"Agar masyarakat kembali berbelanja dan pedagang kecil dapat memperoleh keuntungan yang layak," ujar Amad mewakili keluhan para pedagang.
Para pedagang berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui pengendalian pasokan dan langkah-langkah mampu menekan gejolak harga di pasaran.
"Sehingga aktivitas perdagangan rakyat kembali bergairah dan daya beli masyarakat meningkat," tutup Ahmad. (Red/*)

