SIGNALCIANJUR.COM, Cimahi, Bandung Barat — Musibah tanah longsor terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut.
Informasi diterima, longsor menimbun area permukiman sekaligus lokasi latihan militer.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa 23 prajurit Marinir TNI AL dari Batalyon Infanteri 9/Bala Yuda Perkasa, Brigif 4 Marinir menjadi korban dalam peristiwa ini.
"Para prajurit diketahui sedang melaksanakan latihan pra-tugas sebagai persiapan pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini," katanya melalui keterangan tertulisnya, kepada wartawan Signal Cianjur (perwakilan Cimahi), Minggu (16/1/2026).
Informasi , hingga laporan terbaru, 4 prajurit telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan.
Sementara itu, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI–Polri, dan relawan dikerahkan dengan dukungan drone, anjing pelacak, serta peralatan evakuasi, meski cuaca dan medan berat menjadi tantangan.
Musibah ini juga berdampak pada warga sekitar, merusak rumah dan fasilitas umum, serta memaksa evakuasi penduduk.
"Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
Ia menambahkan keluarga besar Signa
l Cianjur menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya para prajurit terbaik bangsa.
"Semoga para almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan," tutup KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali. (Dik)



