![]() |
| Pemetaan sosial dan ekonomi menunjukkan bahwa Desa Batulawang, Cipanas, Cianjur. (Foto: Mul/JabarNews) |
SIGNALCIANJUR.COM- Program Bank Tanah (Land Bank) bertujuan untuk mendorong masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan secara optimal, baik untuk kawasan pertanian maupun kegiatan produktif lainnya.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Cianjur, dr Mohammad Wahyu Ferdian, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (31/12/2025).
"Ya! Kami tentu akan mendukung penuh, dan membantu," janjinya.
Pemkab Cianjur, dikatakan Bupati Cianjur, juga selain itu akan membantu mendorong agar masyarakat dapet memanfaatkan lahan yang lebih untuk dijadikan kawasan pertanian atau hal lainnya.
"Ini merupakan upaya nyata membuka akses kepemilikan tanah bagi penggarap dan masyarakat lokal," katanya.
Ia berharap lahan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, artinya bisa aman melakukan penggarapan dan harapan.
"Upaya untuk meningkatkan ekonomi," tutup Bupati Cianjur, singkat.
Seperti halnya, informasi diterima hasil pemetaan sosial dan ekonomi menunjukkan bahwa Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memiliki karakter ekonomi yang didominasi sektor agraris. Dua komoditas utama yang menjadi sumber penghidupan masyarakat adalah pertanian hortikultura dan peternakan domba.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat menjelaskan sebelumnya Bank Tanah juga telah melakukan MoU dengan Pemkab terkait pemanfaatan lahan di Batulawang, untuk memastikan tanah negara dapat dimanfaatkan secara legal, aman, dan berkelanjutan.
"Masyarakat selama ini menempati serta mengelola lahan secara turun-temurun," ujar dia.
Lahan seluas 203 hektar tersebut, Hakiki juga mengatakan tidak hanya dapat dijadikan hunian tinggal, tetapi dimanfaatkan untuk sektor pertanian, ekowisata, ataupun bidang lain berdasarkan potensi di wilayah tersebut oleh 1.900 orang penerima manfaat. Lahan merupakan lahan sebagian besar sudah menjadi kawasan pemukiman warga.
"Tapi terdapat juga lahan bisa menjadi harapan untuk pertanian," papar dia.
Program tersebut, dikatakan Hakiki, membantu masyarakat memperoleh akses lahan yang lebih luas untuk dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian atau usaha produktif lainnya.
"Ya! Diharapkan dapat menggarap lahan dengan aman dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan ekonomi," ucap dia.
Program tersebut, ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan secara optimal sebagai lahan pertanian atau kegiatan produktif lainnya.
"Sehingga mereka dapat menggarap lahan dengan aman dan meningkatkan perekonomian," kata Hakiki.
Inisiatif ini, ia merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Pemanfaatan Tanah yang telah dilaksanakan, sekaligus menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan tanah negara yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Kegiatan, diawali dengan kunjungan lapangan untuk memetakan potensi ekonomi, dan kondisi sosial.
"Bahkan tantangan lingkungan di tingkat desa," papar Hakiki.
Informasi, hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan yang berbasis data dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat, dengan menempatkan masyarakat sebagai subjek utama Reforma Agraria.
"Program ini diarahkan pada pemanfaatan tanah negara secara legal, terencana, dan berorientasi kepentingan publik untuk mendorong kegiatan produktif berbasis potensi desa," beber Hakiki.
Pertanian hortikultura, masih disampaikan dia, khususnya sayur-mayur dan cabai, menjadi penopang utama ekonomi harian warga, sementara peternakan domba berfungsi sebagai usaha pendukung sekaligus aset tabungan masyarakat.
"Jangka menengah hingga panjang, Land Bank merencanakan pengembangan program pemberdayaan masyarakat di wilayah Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Cianjur," jelas Hakiki.
Masih ujarnya, implementasi Reforma Agraria di HPL Cianjur akan menekankan pada akses lahan yang adil, partisipasi aktif masyarakat, serta keberlanjutan ekonomi lokal. Sejumlah sektor dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan, antara lain pertanian dan peternakan bernilai tambah, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis hasil lokal.
"Upaya pengembangan ekowisata dan wisata edukasi desa," ujar Hakiki.
Ke depan, masih diungkapkan dia, Land Bank akan berperan aktif pendampingan masyarakat melalui fasilitasi pelatihan dan pembukaan akses pasar melalui kolaborasi multipihak.
"Pendekatan ini dirancang untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan sebagai bagian integral dari pelaksanaan Reforma Agraria," ujar Hakiki.
Ia menambahkan melalui inisiatif ini, Badan Bank Tanah berharap implementasi Reforma Agraria di Cianjur dapat menjadi praktik baik dalam pemanfaatan tanah negara.
"Bisa memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi desa," tutup Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat. (Red/*)





