L
![]() |
| Para siswa SDN Wargasari, Kadupandak, Cianjur saat dilakukan perawatan. (Foto: Tangkapan layar) |
SIGNALCIANJUR.COM.— Kepala Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, A. Juanda, menyampaikan tanggapan dan harapan Pemerintah Desa (Pemdes) Wargasari terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.
Menurut A. Juanda, Pemdes Wargasari pada prinsipnya mendukung penuh Program MBG, terutama karena manfaatnya yang sangat dibutuhkan oleh kelompok rentan di desa.
"Ya! Seperti ibu menyusui serta pelajar tingkat SD, SMP dan SMA," diakui dia.
Namun demikian, Kades Wargasari juga mengungkapkan Pemdea Wargasari menyampaikan harapan agar sistem dapur MBG dapat dibagi per desa, bukan terpusat di satu dapur besar.
"Hal ini disampaikan dengan pertimbangan kondisi geografis dan jarak distribusi," papar dia.
"Harapan kami, dapur MBG bisa dibagi per desa. Karena jika makanan dipasok dari dapur yang terlalu jauh, seperti dari wilayah Gandasari, dikhawatirkan makanan sampai dalam kondisi tidak layak konsumsi atau berisiko basi," ujar A. Juanda.
Ia menambahkan, saat ini terdapat lima desa yang menerima pasokan dari satu dapur, sehingga pembagian makanan membutuhkan waktu cukup lama.
Menurutnya, apabila makanan disiapkan dan didistribusikan langsung dari masing-masing desa, maka kualitas dan keamanan makanan siap saji dapat lebih terjamin.
Terkait kondisi kesehatan masyarakat, A. Juanda juga menyampaikan bahwa sebanyak 37 warga tercatat mendapatkan penanganan di puskesmas. Nah! Sementara 12 orang lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Pagelaran, dengan kondisi yang sebelumnya sempat kritis.
"Namun kini mulai menunjukkan perkembangan," jelasnya.
"Alhamdulillah kondisinya mulai membaik," ucap Juanda.
Namun, pihaknya tetap berharap kejadian serupa tidak terulang. Evaluasi sistem distribusi makanan menjadi hal yang sangat penting ke depannya," tegasnya.
"Artinya tidak ada pelajar atau siswa yang keracunan MBG," ujar dan harap Kades Wargasari.
Ia berharap masukan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait agar pelaksanaan Program MBG ke depan lebih aman, efektif, dan sesuai dengan kondisi lapangan.
"Nah! Sehingga tujuan utama peningkatan gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal," tutup Juanda. (Red/*/




