Notification

×

Iklan

Iklan

Hadirkan Layanan Umrah Amanah, Baittour Perkuat Edukasi Regulasi dan Strategi Pemasaran 

11/08/2026 | November 08, 2026 WIB Last Updated 2026-11-08T04:50:12Z
Baittour perkuat edukasi pelayanan pemasaran umrah. (Foto: SignalCianjur)

SIGNALCIANJUR.COM– Baittour terus memperkuat komitmennya dalam membangun bisnis perjalanan ibadah haji dan umrah yang profesional, amanah, serta taat terhadap regulasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Leaders Forum Diskusi Regulasi, Marketing Plan (M-Plan), dan Product Knowledge yang digelar di Kantor Pusat Umrah Baittour, PT Adil Baitullah Internasional, Perum Kota Baru Blok 8, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Sabtu (7/11/2026) pagi, kemarin.

Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi dan penguatan kapasitas bagi para leader serta mitra bisnis Baittour, khususnya dalam memahami regulasi penyelenggaraan perjalanan umrah, menyusun strategi pemasaran, dan meningkatkan pengetahuan mengenai produk layanan haji dan umrah.
Development Business Baittour, Nanang Suherlan, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan para pelaku usaha perjalanan ibadah mengenai pentingnya memilih biro perjalanan umrah yang memiliki legalitas serta kepastian pelayanan.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh aspek regulasi dan standar keamanan dalam penyelenggaraan perjalanan umrah. Kondisi tersebut menjadi perhatian Baittour untuk menghadirkan edukasi agar calon jemaah tidak mudah tertipu oleh oknum yang menawarkan perjalanan dengan harga murah tanpa kepastian.

Dijelaskan dia, melalui kegiatan ini, ia ingin memberikan edukasi bahwa perjalanan umrah harus memiliki lima kepastian, yaitu travel yang berizin, jadwal keberangkatan yang jelas, tiket pesawat yang pasti, hotel yang sudah diketahui, serta visa yang terjamin. 

"Lima prinsip ini menjadi hal penting agar jemaah mendapatkan rasa aman dan kepastian dalam menjalankan ibadah," jelas Nanang, saat dikonfirmasi langsung, Minggu (8/11/2026).

Ia menegaskan, calon jemaah perlu memastikan perusahaan travel memiliki legalitas yang jelas, alamat kantor yang dapat diverifikasi, serta informasi keberangkatan dan fasilitas yang transparan.

"Jangan sampai masyarakat sudah membayar, tetapi justru kehilangan uang dan gagal berangkat umrah. Karena itu, kami ingin masyarakat lebih cerdas dan teliti sebelum mempercayakan dana serta perjalanan ibadahnya kepada sebuah biro travel," tegasnya.

Nanang menjelaskan, meskipun Baittour tergolong perusahaan yang relatif baru, pihaknya telah memberangkatkan jemaah dan sebagian di antaranya sudah kembali ke Tanah Air. Bahkan, pada Desember mendatang, Baittour merencanakan keberangkatan sekitar 130 jemaah dari berbagai daerah, termasuk 26 jemaah yang berasal dari Kabupaten Cianjur.

Baittour juga memiliki target keberangkatan secara rutin setiap bulan dengan jumlah minimal 25 hingga 45 jemaah. Untuk mendukung target tersebut, perusahaan mengembangkan pola kerja sama melalui konsep *B2B (Business to Business)*, yakni memberikan layanan sebagai operator keberangkatan bagi travel, yayasan, pondok pesantren, maupun mitra yang memiliki merek dan identitas perjalanan sendiri.

"Melalui konsep B2B, mitra dapat membangun dan mengembangkan merek travel masing-masing. Mulai dari branding koper, paspor, hingga identitas layanan perjalanan. Sementara Baittour mendukung dari sisi operasional dan penyelenggaraan keberangkatan," ungkapnya.

Ia menambahkan, Baittour tidak semata-mata ingin menonjolkan nama perusahaan, tetapi juga memberikan ruang kepada mitra agar lebih dikenal oleh masyarakat di lingkungan masing-masing, dari Baittour tidak ingin hanya nama travel yang dikenal. Pihaknya ingin pondok pesantren, yayasan, maupun mitra yang bekerja sama semakin dikenal. 

"Sebab, masyarakat biasanya lebih dekat dan percaya kepada lembaga atau tokoh yang sudah mereka kenal," katanya.

Sebagai bagian dari pengembangan jaringan, Baittour juga berencana memperluas edukasi dan kemitraan melalui program Baittour Bersyar di berbagai kecamatan dan desa, khususnya di wilayah Jawa Barat. Sejumlah daerah yang menjadi sasaran pengembangan di antaranya Sumedang, Garut, Bandung Barat, Bogor, dan Sukabumi, dengan Cianjur sebagai titik awal penguatan jaringan melalui kantor pusat.

Nanang berharap, melalui edukasi regulasi, penguatan strategi pemasaran, dan pemahaman produk, para leader Baittour dapat menjadi mitra yang profesional, bertanggung jawab.

"Artinya mampu memberikan informasi yang benar kepada calon jemaah," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran harga umrah yang terlalu murah tanpa memeriksa kejelasan fasilitas dan legalitas penyelenggaranya.

Masih ujarnya, pastikan terlebih dahulu travelnya memiliki izin, kantornya jelas, jadwal keberangkatannya pasti, hotel yang digunakan diketahui, termasuk lokasi dan fasilitasnya. 

"Jangan hanya melihat harga murah, tetapi utamakan keamanan, kenyamanan, dan kepastian pelayanan," imbaunya.


Lebih lanjut, Baittour menargetkan diri menjadi salah satu dari tiga besar travel umrah paling amanah dan edukatif di Cianjur maupun Jawa Barat. Target tersebut akan diperkuat melalui pembentukan Baittour Academy, sebagai wadah pembinaan dan pencetakan leader yang memahami regulasi, menguasai produk, serta memiliki integritas dalam melayani jemaah.

Nanang berharap jemaah datang bukan hanya karena iklan, tetapi karena kepercayaan dan testimoni dari mereka yang sudah merasakan langsung pelayanan.

Prinsipnya, terakhir ia menyampaikan Baittour jelas aturannya, jelas rencananya, dan jelas layanannya," tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Baittour berharap dapat berkontribusi meningkatkan literasi masyarakat mengenai perjalanan ibadah umrah.

"Membangun ekosistem bisnis perjalanan religi yang transparan, profesional, dan mengutamakan perlindungan jemaah," tutup Nanang. (Red/*)

×
Berita Terbaru Update