![]() |
| Bupati Cianjur dr Mohammad Wahyu secara simbolis luncurkan program BELAKAR. (Foto: Ist) |
SIGNALCIANJUR.COM - Pemerintah Kabupaten Cianjur meluncurkan program Balad Pemadam Kebakaran (BALAKAR) sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan kebakaran berbasis masyarakat, di lapangan Cikanyere, Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi, Rabu (21/10/2026) kemarin.
Peluncuran BALAKAR diselenggarakan melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Cianjur, dalam rangka implementasi proyek perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXII Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, perwakilan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan unsur terkait.
Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi terhadap pembentukan BALAKAR sebagai upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat.
"Artinya dalam menjaga keselamatan lingkungan," kata Bupati Cianjur, Kamis (22/0/2026).
Menurutnya, penanggulangan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi juga membutuhkan kepedulian, kesiapsiagaan, dan partisipasi aktif masyarakat.
“Melalui BALAKAR, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan kebakaran," ujar Bupati Wahyu.
Masih sampaikan dia, mampu mengenali potensi bahaya sejak dini, dan segera melaporkannya kepada petugas apabila terjadi keadaan darurat.
"Kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Cianjur yang aman dan tangguh,” papar Bupati Cianjur.
Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, menjelaskan bahwa BALAKAR dirancang untuk memperkuat jaringan relawan dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan tindakan awal menghadapi potensi kebakaran.
Ia berharap para koordinator dan relawan yang telah mengikuti sosialisasi dapat menjadi penggerak edukasi keselamatan di lingkungan masing-masing, dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui langkah pencegahan.
"Tapi juga memahami cara melaporkan kejadian serta menghindari tindakan berisiko ketika kebakaran terjadi," katanya.
Ia juga mengatakan BALAKAR diharapkan menjadi mitra strategis petugas pemadam kebakaran di lapangan, terutama dalam pencegahan, deteksi dini, dan penyampaian informasi secara cepat.
"Kami ingin membangun masyarakat yang lebih sigap, tanpa mengabaikan keselamatan diri dan tetap mengutamakan penanganan oleh petugas profesional,” terang Djoko Purnomo.
Program BALAKAR menjadi langkah strategis untuk membangun jejaring relawan pemadam kebakaran di tingkat masyarakat. Relawan diharapkan berperan aktif dalam melakukan pencegahan, mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, serta menyampaikan laporan secara cepat dan terkoordinasi kepada petugas.
Berdasarkan data tim proyek perubahan, sebanyak 32 koordinator kecamatan telah terdata dan 45 orang telah mengikuti sosialisasi atau pelatihan. Ke depan, program ini direncanakan diperluas ke 17 kecamatan di wilayah Cianjur Utara dan 14 kecamatan di wilayah Cianjur Selatan setelah evaluasi pelaksanaan proyek percontohan.
Sementara itu, peluncuran BALAKAR juga dirangkaikan dengan simulasi penanggulangan awal kebakaran, pemusnahan 1.275 botol minuman beralkohol dan 105.800 batang rokok ilegal, penanaman 55 bibit pohon, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
Masih ujarnya, rangkaian kegiatan mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat keselamatan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan menegakkan ketertiban umum.
"Selain itu mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat," katanya.
Djoko menambahkan program BALAKAR, Pemkab Cianjur berharap terbentuknya sistem kesiapsiagaan kebakaran yang lebih kuat, terkoordinasi, dan melibatkan masyarakat secara luas.
"Sehingga risiko kebakaran dapat ditekan dan penanganan keadaan darurat dapat dilakukan lebih cepat serta tepat," tutupnya. (Red/*)
.jpg)