![]() |
| DLH Cianjur rapat sosialisasi pengelolaan sampah bersama CV Binzar Pilar Utama. (Foto: SignalCianjur) |
SIGNALCIANJUR.COM– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur terus mendorong peningkatan pengelolaan sampah melalui kolaborasi dengan pihak ketiga atau CV. Abizar Pilar Utama.
Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih optimal, sehingga tidak hanya mengandalkan pola kumpul, angkut, dan buang.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Kabupaten Cianjur, Wandi Juliaman, mengatakan, upaya tersebut sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong 100 persen sampah terkelola pada 2029 melalui program Indonesia ASRI.
Menurut Wandi, keterlibatan pihak ketiga yang memiliki kemampuan dan teknologi pengolahan sampah menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Kabupaten Cianjur.
Ke depan, ia juga mengatakan Cianjur mungkin berkolaborasi dengan pihak ketiga yang mau mengelola sampah, agar pengelolaan sampah di Kabupaten Cianjur bisa lebih baik.
"Nah! Jadi, bukan lagi sekadar kumpul, angkut, dan buang,” ujar Wandi, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pengelolaan sampah mulai diarahkan pada proses pengolahan.
"Artinya agar sampah yang terkumpul dapat dimanfaatkan sesuai jenis dan karakteristiknya," tegas Wandi.
Proses tersebut, masih ujar dia, sampah organik dan anorganik menjadi bagian yang perlu ditangani melalui metode berbeda.
"Teknologi pengolahan, termasuk Refuse Derived Fuel (RDF), juga menjadi salah satu alternatif pemanfaatan sampah tertentu menjadi bahan bakar alternatif," terangnya.
Wandi berharap, pengembangan sistem pengolahan sampah yang didukung teknologi dan kerja sama berbagai pihak dapat menjadi solusi untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan nilai manfaatnya.
"Nah! Melalui langkah tersebut, DLH Kabupaten Cianjur mendorong perubahan pola penanganan sampah dari sekadar pengangkutan menuju pengelolaan yang lebih berkelanjutan," ujar Wandi.
Ia juga menyampaikan upaya hal tersebut diharapkan dapat mendukung tercapainya target pengelolaan sampah pada 2029 sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
"Artinya untuk memilah sampah sejak dari sumbernya," tutup Wandi. (Red/*)

