![]() |
| UPTD Permak Disperkim Cianjur turut berkontribusi dalam penataan lingkungan melalui kegiatan pengangkutan puing bekas bongkaran bangunan liar di sepanjang Jalan Raya Bandung. (Foto: Ist) |
SIGNALCIANJUR.COM— UPTD Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Cianjur turut berkontribusi dalam penataan lingkungan melalui kegiatan pengangkutan puing bekas bongkaran bangunan liar di sepanjang Jalan Raya Bandung.
Kegiatan tersebut dilakukan bersama instansi terkait sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat. Penanganan puing dilakukan agar kawasan jalan kembali tertata dan tidak mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan.
Di tengah kegiatan penataan tersebut, UPTD tetap memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sebagaimana mestinya, termasuk pelayanan pemakaman serta pemeliharaan pertamanan di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Cianjur, Cepi Rahmat Fadiana, mengatakan kolaborasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman.
“Penataan lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri," katanya," Selasa (18/8/2026).
Masih ujarnya, diperlukan kolaborasi dan sinergi antarinstansi agar penanganannya berjalan efektif. Di sisi lain, pelayanan dasar kepada masyarakat.
"Nah! Artinya termasuk pelayanan pemakaman dan pemeliharaan pertamanan, harus tetap berjalan,” ujar Cepi.
Menurutnya, kegiatan pengangkutan puing juga merupakan bentuk respons pemerintah terhadap kondisi lingkungan yang membutuhkan penanganan segera,.
"Sehingga kawasan publik dapat kembali berfungsi dengan baik," tambah Cepi.
Cepi menegaskan Disperkim melalui UPTD akan terus menjaga kualitas pelayanan sekaligus mendukung berbagai upaya penataan kawasan di Kabupaten Cianjur.
“Prinsipnya, bersama bergerak, lingkungan tertata, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," ujarnya.
Ia juga berharap sinergi seperti ini terus diperkuat demi menciptakan lingkungan Cianjur yang lebih bersih, tertib, nyaman, dan terawat,” pungkasnya. (Red/*)
