![]() |
| Kabid Bina Administrasi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur Dendi Reynaldi saat diwawancarai. (Foto: SignalCianjur) |
SIGNALCIANJUR.COM— Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Cianjur memasuki tahapan persiapan dengan konsep pemungutan suara secara digital. Inovasi ini menjadi momentum penting bagi Cianjur sekaligus membutuhkan kesiapan panitia dan masyarakat agar proses pemilihan berjalan aman, mudah, dan transparan.
Kepala Bidang (Kabid)! Bina Administrasi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur Dendi Reynaldi menjelaskan bahwa panitia Pilkades memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mekanisme pemungutan suara digital.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi sistem baru tersebut. Mekanisme digital pada dasarnya dibuat sederhana, yakni pemilih cukup mengikuti petunjuk pada layar untuk menentukan pilihannya.
“Pilkades digital ini sesederhana mengganti kertas suara menjadi layar. Tinggal memilih sesuai petunjuk. Kalau masyarakat sudah terbiasa mengoperasikan telepon seluler untuk menerima telepon, insyaallah bisa mengikuti mekanisme ini,” ujar Dendi, Selasa (18/8/2026).
Untuk memastikan seluruh masyarakat memahami tata cara pemungutan suara, panitia bersama pemerintah desa akan melakukan sosialisasi dan simulasi.
Edukasi tersebut juga akan diprioritaskan bagi warga yang membutuhkan pendampingan, termasuk penyandang disabilitas maupun masyarakat yang belum memahami teknologi digital.
Dendi menegaskan, pendampingan tetap harus menjaga kerahasiaan dan kebebasan pilihan pemilih. Pendamping hanya membantu menjelaskan atau menunjukkan cara menggunakan sistem.
"Nah! Artinya bukan menentukan pilihan pemilih," katanya.
Selain aspek teknis, ia menjelaskan Pilkades diharapkan menjadi momentum memperbaiki kualitas demokrasi di tingkat desa. Kandidat kepala desa diharapkan tidak hanya menyampaikan janji kampanye.
"Tapi mampu menerjemahkan gagasannya menjadi program yang realistis dan masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan desa," terang Dendi.
Masih dikatakan Dendi, yang dijanjikan dalam kampanye harus bisa dimuat menjadi dokumen perencanaan, kemudian jelas kapan dilaksanakan dan bagaimana penganggarannya.
"Kandidat harus menawarkan program yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat desa,” jelasnya.
Ia menambahkan dengan persiapan panitia, sosialisasi yang masif, serta keterlibatan masyarakat, pelaksanaan Pilkades digital di Kabupaten Cianjur.
"Nah! Diharapkan dapat berlangsung tertib, inklusif, transparan, dan memberikan pengalaman demokrasi yang lebih baik bagi masyarakat desa," tutup Dendi. (Red/*)
