![]() |
| Bellydance dan Salsation Meriahkan Kegiatan Kader PDI Perjuangan Cianjur. (Foto: Ist) |
SIGNALCIANJUR.COM– Kader PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur mengikuti kegiatan Dance and Healing Class bertajuk “Gerakkan Tubuh, Lembutkan Hati, Rayakan Diri”, dengan subtema “Bellydance Meets Salsation – Merayakan Kekuatan dan Kebahagiaan Perempuan”.
Kegiatan tersebut menghadirkan Bellydance Coach Iie dan Salsation Coach Kania tersebut berlangsung di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Selasa (18/8/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menjadi ruang bagi kader dan masyarakat untuk menjaga kebugaran, membangun kepercayaan diri, serta menikmati olahraga melalui gerakan tari yang menyenangkan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Susilawati mengatakan kegiatan tersebut memadukan dua energi olahraga dan seni yang berbeda namun saling melengkapi. Bellydance memberikan kelembutan, feminin, dan ruang untuk penyembuhan dari dalam.
"Sementara Salsation menghadirkan keceriaan, semangat, serta kebebasan berekspresi melalui musik,” ujar Susilawati, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut diikuti secara serempak oleh kader dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur. Selain Dance and Healing Class, rangkaian kegiatan HUT RI juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan olahraga.
"Termasuk bola voli dan bakti sosial," ujar dia.
Ia juga menyampaikan tujuannya agar ibu-ibu sehat, bugar dan tetap bahagia. Semangatnya adalah bergembira sebagai bentuk rasa syukur dalam memperingati kemerdekaan. Kemerdekaan.
"Harus kita isi dengan kegiatan positif yang mempererat kebersamaan dan membangun nasionalisme,” katanya.
Susilawati menambahkan, olahraga tidak hanya berkaitan dengan kebugaran fisik, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kesehatan mental, kepercayaan diri dan hubungan sosial yang positif.
Sementara itu, Coach Iie, instruktur Bellydance, mengajak peserta untuk menikmati gerakan tanpa terbebani oleh standar bentuk tubuh tertentu.
“Di Bellydance kita tidak berlomba menjadi yang paling langsing," tuturnya.
Ia mengatakan belajar mencintai dan menghargai diri sendiri melalui gerakan.
Sedangkan Coach Kania, instruktur Salsation, menekankan bahwa olahraga dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tidak harus selalu terasa berat.
“Tidak harus bisa menari. Yang penting bergerak, mengikuti musik, bersenang-senang dan menikmati waktunya bersama,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk melatih kelenturan, koordinasi tubuh, kekuatan otot inti serta menjaga kebugaran.
Masih ujarnya, dari sisi psikologis, aktivitas bersama diharapkan membantu peserta mengurangi stres dan meningkatkan rasa percaya diri.
Selain itu, Susilawati berharap dapat menjadi awal terbentuknya komunitas perempuan yang aktif berolahraga, saling mendukung dan memiliki ruang berekspresi yang positif.
"Termasuk gagasan membangun komunitas Dance Sisters Cipanas dan Cianjur," timpalnya.
Susilawati memaparkan juga, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari gerakan positif perempuan di Kabupaten Cianjur.
“Harapannya peserta pulang dengan badan sehat dan hati bahagia," imbuhnya.
Hal sama diungkapkan dia, tidak ada yang di-judge, semua merasa aman, nyaman dan diterima. Olahraga bukan semata-mata soal bentuk tubuh, tapi tentang kesehatan, kebahagiaan dan bagaimana kita menghargai diri sendiri.
Semangat kegiatan tersebut sejalan dengan pesan “Bellydance Lembut Tapi Kuat” dan “Salsation: Goyang Bebas, Hati Bahagia”, sebagai ajakan agar masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan menyenangkan. (Ded/*)
