![]() |
| Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, yang telah wafat, tutup usia. (Foto; Istimewa) |
SIGNALCIANJUR.COM– Langit dunia pers Indonesia seakan meredup. Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berduka sangat mendalam atas kepergian salah satu putra terbaiknya.
Seperti diketahui, dia yaitu Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, yang wafat pada Sabtu dini hari pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta, akibat serangan jantung.
Wakil Bendahara Umum PWI Pusat, Sumber Rajasa Ginting, menjelaskan bahwa Zulmansyah tiba-tiba mengalami anfal dengan keluhan sesak dada hebat, lemas, dan muntah-muntah.
"Kemudian langsung dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) untuk mendapatkan pertolongan medis.
Berdasarkan diagnosis dokter, almarhum mengalami serangan jantung, yang juga berkaitan dengan riwayat penyakit jantung yang dimilikinya.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Cianjur, M. Ikhsan mengucapkan ikut bela atas kepergian beliau (almarhum) bukan sekadar kehilangan seorang pengurus, tqpi juga kehilangan sahabat, panutan, sekaligus sosok pemersatu telah memberikan begitu banyak tenaga, pikiran, dan hatinya untuk organisasi.
Innformasi diterima, Detik-detik terakhir menggetarkan pada malam sebelum kepergiannya.
"Almarhum masih menjalankan aktivitas organisasi dengan penuh semangat," ujar Ikhsan.
Ia menghadiri Deklarasi Peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Kampus LSPR, Jakarta, Jumat malam. Seperti biasa, ia hadir dengan senyum hangat dan semangat kebersamaan yang khas.
Namun, masih diungkapkanp dia, tidak lama setelah itu, saat bersantap bersama rekan-rekan di kawasan Jalan Jaksa, kondisi kesehatannya mendadak menurun.
"Sekitar pukul 21.00 WIB, amarhum mengalami sesak dada hebat, tubuh melemah, hingga muntah," tutur Ikhsan.
Kemudian, ia saat itu segera dilarikan ke rumah sakit. Meski tim medis telah berupaya maksimal dan sempat merencanakan rujukan untuk penanganan lanjutan, takdir berkata lain. Zulmansyah Sekedang mengembuskan napas terakhirnya.
"Tentu meninggalkan duka yang begitu dalam bagi semua yang mengenalnya termasuk keluarga PWI di Cianjur.
Sosok haqngat, pejuang oganisasi
bqgi banyak orang di PWI, Zulmansyah bukan hanya pemimpin, tetllapi juga sahabat yang selalu hadir dengan ketulusan.
Ia dikenal ramah, rendah hati, dan memiliki semangat juang yang tak pernah padam.
Perjalanan pengabdiannya panjang dan penuh makna. Ia pernah memimpin PWI Provinsi Riau selama dua periode, menjadi Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat,
"Bahkan dia hingga dipercaya mengemban berbagai peran penting dalam masa-masa krusial organisasi," kata Ketua PWI Kabupaten Cianjur.
Salah satu kontribusi terbesarnya adalah perannya sebagai figur pemersatu dalam mengakhiri dualisme kepengurusan PW sebuah langkah besar yang memperkuat kembali soliditas organisasi.
Di mata rekan-rekannya, almarhum adalah pribadi yang selalu mendahulukan kepentingan bersama. Ia bekerja tanpa banyak bicara, namun hasilnya nyata dan dirasakan luas.
Selamat Jalan, Sahabat.
Kepergian ini menyisakan kesunyian yang sulit tergantikan. Tawa, diskusi, dan kebersamaan yang dulu terasa biasa, kini menjadi kenangan berharga yang tak akan terulang.
Ketua Umum PWI Pusat menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam, menyebut almarhum sebagai salah satu kader terbaik yang telah memberikan segalanya untuk organisasi.
Kini, yang tersisa adalah doa dan kenangan. Semangat, dedikasi, serta ketulusan Zulmansyah Sekedang akan terus hidup dalam setiap langkah PWI ke depan.
Selamat jalan, sahabat. Terima kasih atas pengabdianmu. Namamu akan selalu terpatri dalam sejarah dan hati kami.
Keluarga besar PWI memohon doa dari seluruh insan pers dan masyarakat luas agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. (mat)
Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, telah wafat. (FOTO: istimewa)



