SIGNALCIANJUR - Harga tauco Cap Meong, salah satu produk kuliner khas Cianjur, yang terkenal mengalami kenaikan (daya beli) sekitar 50 persen, pasca Lebaran H+6, dalam beberapa waktu terakhir.
Diketahui, harga per botol isi 330 mililiter, kalau beli per satuan sekitar Rp23 ribu, dan masih wajar. Meski demikian, peningkatan harga tersebut dinilai tidak terlalu signifikan dan masih dalam batas wajar oleh masyarakat, termasuk para pekerja.
Sindy (26), seorang karyawan swasta di Cianjur, menyampaikan bahwa kenaikan harga tauco masih bisa dimaklumi. Kenaikan untuk penjualan ada sekitar 50 persen, di banding tahun sebelumnya.
"Memang ada peningkatan, tapi tidak terlalu signifikan. Menurut saya masih wajar karena bahan pokok lain juga banyak yang naik," ujarnya, saat ditemui wartawan, pasca Lebaran H+4, di Jalan HOS Cokroaminoto, Selasa (24/3/2026).
Ia menambahkan bahwa tauco Cap Meong tetap menjadi pilihan utama karena kualitas dan cita rasanya yang khas.
"Rasanya tetap sama, jadi meskipun harganya naik sedikit, saya tetap beli," ujar Sindy.
Kenaikan harga ini, ia juga mengatakan diduga dipengaruhi oleh meningkatnya biaya produksi, termasuk harga bahan baku kedelai dan distribusi.
"Namun, produsen dinilai tetap menjaga stabilitas harga agar tidak memberatkan konsumen," menurut Sindy.
Sementara itu, Winarti (28) seorang pembeli warga Cianjur berharap kenaikan harga tidak terus berlanjut dan tetap terkendali, mengingat tauco merupakan salah satu kebutuhan penting dalam berbagai masakan sehari-hari di wilayah Jawa Barat.
"Nah! Kenaikan yang relatif kecil, tauco Cap Meong masih dinilai terjangkau dan tetap menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat Cianjur," ujar, singkat. (Red/*)
#######
Aktivitas jual beli di Toko Cap Meong, Jalan HOS Cokroaminoto, Cianjur, Jawa Barat. (Foto: SignalCianjur)


