Notification

×

Iklan

Iklan

JIM Cianjur Desak Disdikpora Terapkan Pedagogi Welas Asih di Sekolah, Begini yang Disoroti

2/06/2026 | Februari 06, 2026 WIB Last Updated 2026-02-06T15:26:34Z

Presidium JIM, Alief Irfan. (Foto: Istimewa)

SIGNALCIANJUR.COM— Presidium Jaringan Intelektual Muda (JIM) Cianjur menyoroti serius kasus meninggalnya seorang siswa sekolah dasar akibat bunuh diri.

Presidium JIM, Alief Irfan mengatakan peristiwa ini bukan semata tragedi keluarga, melainkan sinyal bahaya sistemik bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Cianjur.

"Bahwa anak-anak seharusnya berada pada fase bermain dan tumbuh dengan rasa aman justru menghadapi tekanan membuat hidup terasa sebagai beban.

"Hal ini menunjukkan kegagalan sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai ruang aman (safe space)," papar Alief.

Menurutnya,  pendidikan dasar di Cianjur masih terjebak pada standardisasi akademik yang kaku. Fokus berlebihan pada nilai dan capaian kognitif mengabaikan kematangan emosional anak. Kurikulum yang padat membatasi ruang eksplorasi diri, sementara literasi emosi dan kesehatan mental belum menjadi prioritas.

"Anak-anak diajarkan matematika dan sains" katanya.

Namum, masih diungkapkanp Alief, tidak diajarkan cara mengelola kegagalan, rasa kecewa, sedih, atau malu, lalu sisi lain, keberadaan guru BK di tingkat SD masih minim dan kerap dianggap sekadar pelengkap.

JIM Cianjur mendesak Disdikpora Kabupaten Cianjur untuk melakukan perubahan paradigma pendidikan melalui:

Hal sama dijelaskan dia, penerapan pedagogi welas asih dan kurikulum kesejahteraan (well-being) yang menjadikan kesehatan mental sebagai bagian inti pembelajaran. Penguatan kemitraan orang tua dan sekolah melalui komunikasi dua arah yang aktif.

"Ya! Hal itu untuk mendeteksi perubahan perilaku anak sejak dini," ujar Alief.

Ia menambahkan penghapusan stigma terhadap kesehatan mental, dengan menanamkan nilai bahwa meminta bantuan adalah bentuk keberanian, bukan kelemahan. San sudah saatnya pendidikan di Cianjur tidak hanya mencetak anak pintar.

"Tapi juga anak yang sehat secara mental dan emosional," tutup Alief. (mat)

#########

Presidium JIM, Alief Irfan. (Foto: Mamat Mulyadi/Harian Metropolitan)
×
Berita Terbaru Update