Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Cianjur Dorong SKB dan PKBM Cetak Generasi Berdaya dan Mandiri

2/14/2026 | Februari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-02-14T06:34:12Z
Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian secara resmi membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) SKB dan PKBM. (Foto: SignalCianjur)

SIGNALCIANJUR.COM- Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian secara resmi membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek), penguatan tata kelola dan efektifitas penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan akuntabel kepada para pengelola Sanggar Kreasi Belajar (SKB) dan PKBM di salah satu hotel, di Kecamatan Cipanas, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan yang akan dilaksanakan selama tiga hari, yakni tanggal 13 hingga 15 Februari 2026. Dihadiri oleh seluruh pengelola SKB dan PKBM se-Kabupaten Cianjur.

Bupati Wahyu mengapresiasi kiprah PKBM Kabupaten Cianjur, terutama kepada para kepala sekolah atau tutor yang telah mendidik warga Cianjur. Menurutnya, PKBM merupakan garda terdepan dalam bidang pendidikan.

"Saya ucapkan terima kasih dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak ibu yang telah mendidik warga Cianjur," katanya.

Bupati Cianjur meminta kepada pengelola PKBM agar terus berjuang mencetak SDM yang berdaya, dalam rangka meningkatkan pendidikan di Kabupaten Cianjur.

"Saya ingin jangan hanya sekedar mendapatkan sertifikat, tapi dampaknya harus nyata. Ketika ada warga yang sudah lulus dari PKBM, bisa menjadi warga. berdaya, tidak jadi beban masyarakat atau pengangguran," ujarnya.

Bupati Cianjur menegaskan bahwa SKB dan PKBM memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan mampu mandiri secara ekonomi. Pendidikan nonformal, menurutnya, bukan sekadar alternatif, tetapi menjadi solusi nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

"Harus mampu mencetak peserta didik yang tidak hanya memiliki ijazah kesetaraan, tetapi juga memiliki keterampilan dan kompetensi berdaya guna. Kita ingin lulusan yang siap kerja, siap usaha, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Bupati Cianjur berharap, lembaga PKBM Cianjur bisa menjadi lembaga yang dipercaya oleh masyarakat, dan memiliki kualitas baik serta menelurkan warga belajar yang berdaya.

"Sehingga indeks pembangunan manusia di Kabupaten Cianjur pun akan terbantu oleh lembaga PKBM. Maka itu kami siap membantu sarana dan prasarana untuk PKBM," ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik menjelaskan, FK PKBM merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang didirikan pada tanggal 29 Desember 2002, di tingkat pusat dan membentuk ke tingkat provinsi dan kabupaten dan kota. 

"Organisasi ini untuk mewadahi peran serta," ucap dia.

Deni mengatakan, tugas FK PKBM adalah menjalin komunikasi antar PKBM, menjadi penghubung antara PKBM dan pemerintah daerah atau dinas pendidikan. Kemudian membantu menyampaikan informasi program pemerintah, mengkoordinasikan kegiatan bersama rapat, pelatihan, seminar, bimtek dan lainnya.

Selain itu, lanjut Deni, anggota FK PKBM adalah para kepala sekolah dan pengelola PKBM dan SKB. 


Sementara itu, dijelaskan dia, PKBM dan SKB menyelenggarakan pendidikan non formal Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), Paket C (setara SMA), kursus dan pelatihan keterampilan pendidikan keaksaraan pendidikan pemberdayaan masyarakat.

"Nah! Hingga 2024, jumlah PKBM yang sudah ter-akreditasi sebanyak 83 PKBM. Lalu akhir tahun 2025, bertambah menjadi 251 PKBM dari jumlah total sebbanyak 369 dan 1 SKB," Sekretaris PWI Kabupaten Cianjur.

Masih diungkapkan dia, sementara penerima Bantuan Operasional Sekolah Penyelengaraan BOSP sebanyak 347 lembaga yang tersebar di 32 kecamatan di Cianjur," imbuhnya. 

Terakhir, Deni berharap kegiatan bimtek ini dapat meningkatkan tata kelola lembaga PKBM yang berkualitas, peningkatan sumber daya manusia kepala sekolah, operator dan tutor.

"Harapan dapat meningkatkan indeks pembangunan pendidikan di Cianjur," imbuhnya.(Red/*)


×
Berita Terbaru Update