Notification

×

Iklan

Iklan

Viral! Dana PIP SMAN 1 Sindangbarang Cianjur Diduga Disunat, Orang Tua Siswa Minta Hal Ini

1/07/2026 | Januari 07, 2026 WIB Last Updated 2026-01-07T09:19:20Z

SMAN 1 Sindangbarang, Cianjur. (Foto: Istimewa)

SIGNALCIANJUR.COM – Viral di media sosial (Medsos) kisruh dan protes orang tua siswa ada dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi DPR RI Komisi X di SMA Negeri 1 Sindangbarang, Kabupaten Cianjur.

Informasi diterima awak media, kini kian mencuat alias mengerucut dugaan kuat  menjadi sorotan publik, Rabu (7/1/2026).

Didi (50) orang tua siswa merasa kecewa menyesalkan dugaan tidak disalurkannya dana PIP aspirasi 2021 tersebut, termasuk kepada anaknya sendiri.

"Saya benar-benar kecewa tentunya," keluh dia.

Masih diungkapkan dia, dana PIP aspirasi 2021 itu hak anak sekolah. Tapi kenyataannya, anak dan ratusan siswa lain tidak menerima apa-apa. Apabila benar dana tersebut tidak diberikan kepada siswa.

"Nah! Maka itu bertentangan langsung dengan tujuan program PIP dirasakan siswa tak mampu," tegas Didi.

Hal sama diungkapkan dia, duit bantun tersebut itu untuk pendidikan anak, bukan untuk kepentingan lain.

"Hal ini menimbulkan pernyataan dari lingkungan sekolah hingga memicu kecurigaan," tegas Didi.

Diketahui, dugaan penyelewengan semakin menguat setelah muncul keterangan dari Mamat (60) salah seorang warga setempat sekaligus keluarga siswa penerima PIP aspirasi 2021. 

Didi juga mengaku mendapat informasi dari lingkungan sekolah yang dinilai mencurigakan.

"Saya mau bayar, asal jangan diramaikan," ucapnya.

Dana bantuan pendidikan yang seharusnya diterima 474 siswa dengan total anggaran mencapai Rp392.500.000 diduga tidak disalurkan sama sekali kepada para penerima manfaat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, meskipun dana PIP tersebut tercatat telah dicairkan, ratusan siswa yang namanya terdaftar sebagai penerima tidak pernah menerima dana, baik secara tunai maupun melalui transfer ke rekening siswa.

Sementara itu, Mamat (60) orang tua siswa lainnya warga setempat juga mengakui, karena urusan uang yang besar itu ke kepala sekolah (Kepsek) yang lama saja.

"Kepsek baru tidak mengetahui apa-apa karena masih menjabat baru," teranya, menirukan pernyataan yang disebut berasal dari pihak operator sekolah.

Ia menambahkan pernyataan tersebut dinilai mengindikasikan adanya persoalan serius dalam pengelolaan dana PIP aspirasi 2021.

"Nah! Tentu memunculkan dugaan kuat ketiadaan transparansi dan akuntabilitas," tutup Mamat. 

Terpisah, namun sayangnya viral di medsos soal dugaan penyelewengan dana PIP tersebut, pihak sekolah belum dapat memberi klarifikasi atau jawaban secara detail.

Namun, sayangnya informasi yang viral di medsos, dikutip Jabar News tersebut, pihak SMA Negeri 1 Sindangbarang, Kabupaten Cianjur masih belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut, kepada awak media.

Kini, awak media masih berupaya menghubungi pihak sekolah dan instansi terkait, hal itu guna memperoleh klarifikasi sebagai bentuk keberimbangan informasi. (Red/*)




×
Berita Terbaru Update